Seminggu Sebelum Kapolres Trenggalek, Jean Calvijn Masih Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Malaysia

Kasubdit I Ditresnarkoba PMJ AKBP Polisi Jean Calvijn Simanjuntak. (Foto: Amin)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kasubdit I Ditresnarkoba PMJ AKBP Polisi Jean Calvijn Simanjuntak menunjukkan profesinalitas kerjanya sebagai perwira Polisi. Meski seminggu lagi akan menjalankan tugas baru yang dipercayakan Kapolri sebagai Kapolres Trenggalek, polisi milenial ini tetap eksis memburu dan membongkar peredaran narkoba.

“Kita kan anggota polisi ini profesional. Kita tetap setia dengan tugas. Soal itu (TR) iya sudah, tapi saya masih punya tugas dan tanggung jawab untuk masyarakat indonesia di sini (Subdit I). Jadi saya tetap fokus dan menjalankan tugas. Ini kan tugas saya bro,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Terkini, beberapa hari jelang serah terima jabatan, Calvijn dan tim berhasil menangkap delapan pengedar narkoba jaringan Malaysia-Batam-Jakarta. Dari penangkapan itu, polisi berhasil menyita 9.522 gram sabu.

“Delapan tersangka kita amankan. Empat ditangkap di Jakarta dan empat lagi di Batam,” katanya.

Calvijn juga mengatakan, ada tiga kelompok tersangka dalam penangkapan tersebut. Kelompok pertama yang ditangkap yakni tersangka berinisial RUD, ZUL dan WAN.

“WAN memerintahkan RUD dan ZUL membawa 1,5 kilogram sabu yang dimasukkan ke dalam dua pasang sepatu dari Pelabuhan Batu Ampar Batam ke Pelabuhan Tanjung Priok. Satu dipakai RUD, satu lagi dipakai ZUL. Sabu diinjak untuk mengelabui petugas,” jelasnya lagi.

Sesampai di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara polisi berhasil menangkap RUD dan ZUL. Mereka diamankan di Hotel Ayuda kamar nomor 10 Kebon Bawang, Jumat, 9 Agustus 2019 pukul 16.25 WIB.

Dari penangkapan itu polisi menyita 442 gram sabu, dua handphone, sepatu nike putih dan sepatu hi tec coklat.

“Hasil dari keterangan RUD dan ZUL kita menangkap WAN di kontrakannya daerah Lubuk Baja Kepulauan Riau. Di kontrakan itu kita menyita dua handphone, buku tabungan, ATM BCA atas nama Asrik dan satu buah dompet,” ujar Calvijn.

Ketiga tersangka RUD, ZUL dan WAN dilakukan pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya. RUD mengaku dari 1,5 kilogram sabu yang dibawa ke Jakarta, 2 kg telah diserahkan ke tersangka LIS.

Atas informasi dari RUD, polisi menangkap LIS di Cakung, Jakarta Timur pada Sabtu, 10 Agustus 2019 pukul 02.00 WIB. Di kontrakan LIS penyidik menyita 1.080 kilogram sabu, satu handphone, satu timbangan dan satu plastik klip kosong.

“LIS mengaku mengamankan 1 kilogram sabu itu atas perintah tersangka TK,” ucap Calvijn.

Kemudian, bekal informasi LIS polisi menangkap TK di Duren Sawit, Jakarta Selatan pada Sabtu, 10 Agustus 2019 pukul 03.40 WIB. Dari tangan TK, polisi menyita tiga handphone. TK mengaku diperintahkan oleh MIN.

“LIS, TK dan MIN ini kelompok kedua,” kata Calvijn.

Dari hasil keterangan TK, penyidik menangkap MIN di depan Alfamart, Tigaraksa, Tangerang, Banten, Sabtu, 10 Agustus 2019 pukul 19.05 WIB. Dari tangan MIN disita satu handphone.

“MIN mengaku menyuruh TK mengambil 1 kg sabu dengan upah Rp15 juta dan memerintahkan mendistribusikan kepada pembeli. Dia juga memesan 1 kg sabu kepada DPO Bule yang berada di Malaysia Rp500 juta, namun baru membayar Rp35 juta,” terang Calvijn.

Kemudian, penyidik mendalami rekening yang digunakan DPO Bule atas nama BUS. Atas penyelidikan itu, polisi menangkap BUS di kontrakannya daerah Batam, Senin, 12 Agustus 2019 pukul 11.50 WIB.

Barang bukti yang diamankan tiga handphone dan satu buku tabungan Bank Mandiri.

Kemudian, penyidik kembali lagi ke Batam. Hasil penyelidikan, polisi menangkap Joel di rumah kosong Dreamland Park Blok G, Sekupang, Batam, Rabu, 21 Agustus 2019 pukul 09.20 WIB.

“Joel tersangka paling atas. Dari hasil jual beli narkoba itu, Joel beli rumah seharga Rp230 juta, beli mobil, beli keramba, dan beli perahu yang diduga untuk transportasi narkoba,” pungkas Calvijn.

Polisi masih memburu empat tersangka lain. Yakni YAN, Bule, UR dan HIM.

Delapan tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar. (CS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here