Komnas HAM RI Papua: Dialog Solusi Tuntaskan Konflik

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Fritz Ramendey saat berdialog dengan Wakil Ketua DPR RI (Korpolkam), Fadli Zon. (Foto: Natsir)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kepala perwakilan Komnas HAM RI Papua Fritz Ramendey menegaskan, kehadiran 5000 aparat gabungan TNI dan Polri harus bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat Papua. Keranya dia menghimbau agar kehadiran aparat harus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Tidak ada solusi lain, selain berdialog karena sampai saat ini, adik-adik mahasiswa ini merasa terintimidasi dengan stigma rasis yang mereka alami, namun tindakan-tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang memprovokasi sehingga terjadi anarkisme tentu tidak bisa ditolerir, apalagi melakukan perusakan terhadap fasiltas Negara,” kata Frits
kepada beritabuana.co, Senin (16/9/2019).

Hal ini disampaikan Fritz saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) merespon gejolak demonstrasi atas stigma rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya yang memicu gelombang aksi protes di sejumlah Kab/Kota di Papua dan Papua Barat.

Frits menambahkan, dialog antara pemerintah pusat dengan tokoh-tokoh dan representasi masyarakat Papua sangat penting untuk menemukan strategi pemecahan masalah yang terjadi di Papua. Lanjut dia, Pemerintah Pusat wajib mengakomodasi aspirasi seluruh kelompok kepentingan yang ada di Papua.

Menurut dia, penegakan HAM dan perlindungan hak sosial dasar masyarakat Papua juga wajib dilakukan sehingga tidak ada lagi paradigma politik yang menempatkan masyarakat papua sebagai objek eksploitasi sumber daya alam dan Jakarta sebagai exploiter.

“Penegakan HAM wajib diimplementasikan oleh pemerintah untuk melindungi hak sosial dasar masyarakat. Pendekatan dalam penyelesaian Papua dengab mengambil hati masyarakat Papua dan merumuskan resolusi yang win-win solution. Pemerintah Pusat wajib menjaga martabat dan kehormatan masyarakat Papua,” tuturnya. (Natsir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here