GBHN Dihidupkan Lagi, Tergantung Komitmen Politik Fraksi dan Parpol

Syarif Hasan, Anggota F-Demokrat MPR RI.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Untuk menghidupkan lagi Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), sangat tergantung kepada komitmen politik dari fraksi-fraksi dan partai politik.

Demikian ditegaskan Anggota Fraksi Demokrat MPR RI, Syarief Hasan pada Diskusi 4 Pilar MPR bertema “Haluan Negara Sebagai Pedoman Pembangunan di Segala Bidang” di Media Center Gedung Nusantyara III Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Sedangkan pembicara lainnya, Ketua Fraksi PPP MPR RI, Arwani Thomafi dan Anggota Fraksi Golkar MPR RI, Fadel Muhammad.

Syarif mengatakan wacana itu sebenarnya sudah dibahas dan disosialisasikan kepada fraksi-fraksi di MPR, termasuk kepada partai politik. Sebab, agenda ini menjadi porioritas MPR.

Pihaknya tidak mau berspekulasi apakah RPJP dan RPJPM lebih baik dibandingkan GBHN.

“Soal sisten mana yang lebih bagus, kalau menurut kami pada akhirnya tergantung komitmen politik,” kata Syarif Hasan.

Anggota Komisi I DPR ini juga mengakui kalau RPJP dan RPJM, termasuk GBHN sama-sama memiliki kelemahan dan kekurangan.

Dia menjelaskan RPJP dan RPJM dibuat oleh capres dan cawapres yang berisi visi dan misi membangun negara. Sistem ini menurutnya, rakyat bisa menilai visi dan misi capres dan cawapres.

Sementara dengan sistem GBHN, presiden dan wakil presiden, tidak perlu memberikan visi misi kepada rakyat, langsung saja kepada MPR.

“Mungkin yang dibutuhkan adalah strategi bagaimana mencapai GBHN,” kata Syarif. (Hendri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here