Agus Rahardjo Cs Adalah Aktor Sesunggunya yang Melemahkan KPK

by -
Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) bersama Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kanan) dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri) memberikan keterangan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/9/2019). Dalam keterangannya, ketiga pimpinan KPK menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden Joko Widodo terkait menyikapi sejumlah serangan terhadap KPK belakangan ini. SP/Joanito De Saojoao.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Mundurnya tiga pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Agus Rahardjo, Saut Situmorang, dan Laode M Syarif adalah aktor sesungguhnya yang melemahkan lembaga antirasuah itu. Bukan recana DPR RI melakukan revisi terhadap Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Penilaian ini disampaikan praktisi hukum Chairul Imam kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/9/2019) menanggapi penyerahan tanggung jawab pemberantasan korupsi oleh Agus Rahardjo Cs kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dijelaskan Imam bahwa keputusan yang diambil pimpinan KPK harus bersifat kolektif kolegial berdasarkan Pasal 21 ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

“Pimpinan KPK lumpuh biar pun dia (Basaria Panjaitan) mengatakan bertahan, tetapi dia enggak bisa membuat keputusan. Sebab, keputusan di KPK kolektif kolegial. Enggak bisa kalau dia sendiri,” katanya.

Mantan Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung ini menambahkan, kosongnya kursi pimpinan membuat penerbitan surat terhambat.

“Bayangkan kalau pekan depan ini ada yang masa penahanannya habis, harus diperpanjang jadi enggak bisa diperpanjang, dong. Siapa yang memperpanjang? Ya, kan. Jadi harus bebas demi hukum tahanan itu,” ujar dia.

Seharusnya, pimpinan KPK tidak perlu mundur sekali pun tidak setuju dengan RUU KPK dan Komisioner KPK periode 2019-2023. Mereka dinilai kerja saja seperti biasa menyelesaikan tugasnya yang sedang dihadapi.

“Soal yang akan datang, dia (tiga pimpinan KPK), enggak usah memikirkan, ya, kan,” jelas mantan Ketua Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) ini lagi.

Imam mengaku tak terlalu menghiraukan adanya beberapa pihak yang meragukan kapasitas dan integritas pimpinan KPK terpilih 2019-2023. Menurutnya, keraguan tersebut tinggal dibuktikan saja oleh pimpinan KPK terpilih lewat kinerjanya.

“Buktikan aja gampang itu. Buktikan lewat kinerjanya,” pungkas dia. (Ardi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *