Kemenhub Himbau Nakhoda Waspadai Kabut Asap Terdampak di Sumatera dan Kalimantan

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau para Nakhoda kapal untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kabut asap yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran d perairan Sumatera dan Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad kepada www.beritabuana.co mengatakan, telah menginstruksikan kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang terpapar oleh kabut asap untuk meningkatkan pengawasan dan memperhatikan kondisi cuaca, dan juga lingkungan sebelum menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar  (SPB).

“Melihat perkembangan Karhutla belakangan ini yang berdampak terhadap pelayaran di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, kami meminta kepala UPT Ditjen Perhubungan Laut mengutamakan keselamatan pelayaran dan tunda penerbitan SPB bila kondisi kabut asap sangat tebal yang mengganggu jarak pandang,” tegas Ahmad.

Betapa tidak, ungkap Ahmad, kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah telah berdampak pada terganggunya jarak pandang di sektor transportasi laut.

“Kami telah menghimbau para nakhoda yang berlayar agar meningkatkan kewaspadaan dengan memperhatikan jarak pandang,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kumai, Capt. Wahyu Prihanto, sebagaimana instruksi Direktur KPLP.

Selain itu, lanjut Capt. Wahyu, para Nakhoda juga dihimbau agar setiap hari memantau pelayaran transportasi di laut baik kapal yang datang maupun masuk pelabuhan memberikan informasi terhadap cuaca sekitar wilayah teluk Kumai. Dan nakhoda selalu memperhatikan perubahan-perubahan cuaca, terutama cuaca di sekitar teluk Kumai.

“Saat ini kabut asap yang ada di Kobar diakibatkan terbakarnya lahan dan hutan (Karhutla) yang menimbulkan asap pekat, apalagi cuaca saat ini musim kemarau. “Kami telah menerbitkan Notice to Marine (Notam) kepada kapal-kapal yang akan masuk ke teluk Kumai, khususnya terhadap para nakhoda kapal pelayaran rakyat  dan juga para nelayan agar memperhatikan jarak pandang,” tambah Wahyu.

Hal serupa juga dilakukan oleh Kepala KSOP kelas II Tanjung Buton, Zainuddin, telah mengeluarkan Notam terhadap pemilik dan Nakhoda kapal yang melintas di wilayah selat Bengkalis dan juga menuju Tanjung Buton untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang terjadi di wilayah Bengkalis, Riau akhir-akhir ini.

“Dengan kondisi kabut asap ini seluruh nakhoda ataupun operator kapal agar berhubungan dengan stasiun radio pantai terdekat dan melaporkan kondisi cuaca saat berlayar, dan kita juga sudah meminta kepada stasiun radio pantai agar menginformasikan kepada seluruh kapal yang melewati alur pelayaran di selat Bengkalis, Selat Lalang atau pun sungai Siak untuk berhati hati berlayar karena kondisi cuaca kabut asap yang terjadi saat ini,” ujar Zainuddin.

Ia juga meminta kepada kapal kapal yang melintas untuk menggunakan alat navigasi yang ada di kapal dan menghidupkan lampu navigasi jika dibutuhkan pada saat pelayaran. “Kami mengimbau kepada kapal kapal yang masuk ke alur sungai atau selat agar lebih waspada karena jarak pandang terbatas, berlayarlah dengan kecepatan yang aman agar tidak terjadi hal hal buruk selama berlayar,” tutup Zainuddin, seraya megingatkan, agar kapal pompong nelayan di Selat Lalang, Selat Bengkalis dan Selat Melaka saat berlayar untuk selalu berhati-hati. (Yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here