Untuk Efek Jera, Hukuman Bagi Koruptor Harus Berat

Adilsyah Lubis.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pengamat dan penggiat anti korupsi, Adilsyah Lubis mengusulkan sudah saatnya pelaku korupsi dijatuhi hukuman berat. Hal ini untuk mencegah maraknya kasus korupsi sekaligus sebagai efek jera bagi masyarakat.

“Bisa saja kasus-kasus korupsi akan berkurang apabila sanksi hukumnya diperberat agar menimbulkan efek jera bagi para pelakunya,” kata Adilsyah menjawab beritabuana.co di Jakarta, Sabtu(14/9/2019).

Dia pun menyatakan, Indonesia termasuk negara yang sudah masuk ke dalam darurat korupsi. Sejak KPK dibentuk tahun 2002, sudah tidak terhitung jumlah pejabat pemerintah yang dijebloskan ke penjara. Mereka terbukti menyalahgunakan jabatan dengan menerima uang dari pihak lain untuk memperkaya diri tetapi  merugikan keuangan negara.

Karena itu lah menurut Adilsyah harus ada tindakan extra yang tegas dalam memberantas korupsi. Dalam hal ini dengan memperberat hukuman dan diberlakukan penerapan sistem yang mempersempit peluang untuk melakukan tindakan korupsi.

“Antara lain memutus rantai komunikasi antara pemberi suap dan penerima suap,” kata Adilsyah.

Caranya adalah perlu dibuat regulasi yang sistematik yang bisa memperkecil peluang untuk korupsi. Peluang melakukan negosiasi antara pemberi dan penerima suap korupsi semakin diperkecil.

“Harapan kita, dengan beratnya hukuman bagi pelaku korupsi semakin efektif dalam pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan, Adilsyah  menyatakan merasa optimis, praktek korupsi bisa semakin berkurang apabila hukuman yang dijatuhkan jauh lebih berat. Kalau perlu ancaman hukuman mati seperti yang diterapkan di RRC.

“Ancaman hukuman bagi koruptor di RRC sangat tegas dan berat, termasuk ancaman hukuman mati. Sehingga, masyarakatnya, termasuk pejabat pemerintahnya takut melakukan tindakan korupsi,” ucap Adilsyah. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here