Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Penyelundup Tekstil, Sepatu dan Pakaian Bekas Asal China

0

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya meringkus sindikat penyelundup tekstil, sepatu dan pakaian bekas asal China. Enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Para tersangka adalah PL (63), H (30), AD (33) EK (44), NS (47), dan TKD (45). Mereka telah menjalankan transaksi ilegal tersebut selama bertahun-tahun dan mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp. 9 miliar sekali pengiriman.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono Mengatakan, kalau dihitung potensi kerugian negara untuk tekstil, balpress serta sepatu berbagai merek kurang lebih Rp 4,9 miliar hampir Rp 5 miliar.

Para tersangka biasa menyelundupkan pakaian ilegal menggunakan jalur laut. dari China. Barang-barang tersebut dilarikan melalui Pelabuhan Pasir Gudang Johor, Malaysia.

Dari sana, barang-barang dikirim ke Pelabuhan Kuching Serawak dan dibawa menggunakan truk ke perbatasan Indonesia, yaitu, Jagoi Babang, Kalimantan Barat.

“Isi barang selundupan itu kemudian diangkut menggunakan truk fuso dari Pontianak melalui Pelabuhan Dwikora dikirim menggunakan kapal angkut Fajar Bahari dan masuk ke Pelabuhan Tegar Marunda Center Kabupaten Bekasi,” kata Gatot di Polda Metro Jaya, Kamis (12/9/2019).

Para tersangka ditangkap di lokasi yang berbeda. Pertama, penangkapan dilakukan di Pelabuhan Tegar Marunda Center Terminal, Tarumajaya, Kabupatan Bekasi, Jawa Barat. Kemudian di Jalan Dahlia, Kramat, Senen, Jakarta Pusat dan di Gudang Rukan Permata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Mulai dari ratusan gulungan tekstil hingga sepatu dan pakaian bekas.

“Berhasil kita sita barang bukti 438 gulungan tekstil (bahan kain), 259 koli balpress berisi pakaian baru, pakaian bekas dan tas bekas, 5.668 koli sepatu berbagai merek kurang lebih 120 ribu pasang sepatu,” jelas Gatot.

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Pertama, Pasal 104, Pasal 106, Pasal 111, Pasal 112 ayat 2 Undang Undang RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ancamannya, pidana penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Kemudian, Pasal 62 ayat 1 dan 2 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancamannya, pidana penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp 2 miliar.(CS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here