Pembinaan Kejagung Optimalkan Percepatan Updating Database Kepegawaian

0

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Bidang Pembinaan Kejaksaan RI akan mengoptimalkan percepatan updating data base kepegawaian, baik sarana dan prasarana, yang dinilai masih tertinggal.

Peningkatan sarana dan prasarana updating data base yang ditargetkan akan selesai pada tahun 2019 itu, merupakan salah satu rekomendasi hasil Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Pembinaan Kejaksaan RI yang berlangsung selama dua hari sejak tanggal 11 September 2019 hingga 12 September 2019 di Kejaksaan Agung, Jakarta.

“Melalui program IT Case Management System (CMS) Bidang Pembinaan Kejaksaan RI akan mentargetkan tuntas dalam tahun ini,” ujar Plt Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan (Jambin) Kejaksaan RI, Bambang Rukmono kepada wartawan usai acara penutupan Rakernis Bidang Pembinaan, di Jakarta, Kamis (12/09/2019).

Menurut Bambang, optimalisasi kompetensi sumber daya manusia (SDM) berbasis kemampuan hard skill dan soft skill yang mumpuni dan terintegrasi melalui CMS akan menjadi target penyelesaian dalam tahun ini.

Dia menjelaskan, Rakernis ini tidak membahas masalah keluar seperti kebutuhan tenaga Arsipanis tetapi mengoptimalkan bidang updating data yang sudah ada, baik sarana atau prasarana seperti jaringan IT dan lainnya.

“Updating data base kepegawaian ini sangat penting sehingga akan terbangun kemudahan reformasi Birokrasi. Apalagi saat ini Kejaksaan sedang membangun zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM),” jelas Bambang Rukmono.

Lebih jauh Bambang Rukmono mengungkapkan, hal lain yang menjadi pokok bahasan di dalam Rakernis itu adalah penguatan posisi Kepala Seksi Barang Bukti (Kasibarbuk) yang sudah terbentuk di seluruh kantor kejaksaan negeri, tetapi belum dipertajam tugasnya.

“Kasi Barang bukti inikan struktur baru tetapi Kepjanya belum ada walau struktur organisasi sudah ada, tetapi kerja terkait Tupoksi belum ada, seperti apa-apa tugasnya haruslah dipertajam supaya tidak terjadi tumpang tindih dengan kinerja yang lama,” ungkap Bambang Rukmono.

Struktur baru ini sebelumnya berada di bidang teknis pembinaan di setiap kantor Kejakaan Negeri, sekarang sudah berdiri sendiri. Dengan penguatan tugas Kasi Barang Bukti tersebut, maka semua penyimpangan barang bukti yang ada mulai dari awal tahap dua penanganan kasus hingga tahap eksekusi akan dikelola secara baik.

“Kalau dulu kan masalah barang bukti dibawah Bidang Pembinaan, kini sudah berdiri sendiri sehingga perlu diperkuat tugas,” kata Bambang Rukmono.

Rakernis Bidang Pembinaan Kejaksaan RI yang mengambil tema Wujudkan Sumber Daya Manusia Berkualitas, Kreatif, dan Inovatif Untuk Kejaksaan Yang Maju, Modern, Unggul, dan Terpercaya ini sejalan dengan program Pemerintah yang menjadikan tahun 2019 ini sebagai tahun pembangunan SDM.

Menurut Kepala Biro Kepegawaian (Karopeg) Kejaksaan, Masyhudi, sumber daya manusia (SDM) Kejaksaan harus bisa beradaptasi dengan perkembangan jaman agar mampu menunjukkan eksistensi selaku aparat penegak hukum sekaligus dengan peningkatan kemampuan berbahasa asing maka SDM Kejaksaan didorong utk dapat berkancah dalam forum-forum internasional.

“Untuk mewujudkan SMART ASN yang memiliki integritas, nasionalisme, professional, berwawasan global, mampu dan menguasai Bahasa asing, mengerti dan memahami IT, Hospitality/ramah, networking dan berjiwa entrepreneurship,” kata Masyhudi. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here