IPW Duga Ada Oknum KPK Coba ‘Bunuh’ Karakter Firli Agar Tak Jadi Ketua KPK

0
Firli Bahuri (Anggota Polri) saat mengambil nomor urut/tema pembuatan makalah fit and proper tes 10 Calon pimpinan KPK.

BERITABUANA.CO, JAKARTA– Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane menduga ada oknum KPK yang mulai memakai jurus pendekar mabuk untuk mencegah capim KPK, Firli Bahuri jadi Ketua KPK. Caranya, oknum tersebut melakukan berbagai manuver politik pembunuhan karakter tanpa fakta hukum, dengan menggelar berbagai aksi dan jumpa pers.

“Dari semua capim KPK hanya ada dua orang yg ditakutkan oknum KPK, dua duanya dari Polri, yakni Antam dan Firli. Antam sudah gugur dan oknum KPK merasa sudah menang dan mereka tinggal menghadapi Firli dgn berbagai tuduhan dan fitnah,” kata Neta lewat keterangannya, Kamis (12/9/2019).

Ironisnya, dalam jumpa persnya oknum-oknum KPK tersebut tidak menyebutkan bukti-bukti tuduhan mereka secara konkrit, misalnya kapan sidang etik pernah dilakukan terhadap Firli. Lalu, apa keputusan sidang etik itu, dan nomor berapa surat keputusan sidang etiknya.

“Sehingga IPW menilai jumpa pers oknum-oknum KPK itu hanya sebuah manuver politik pembunuhan karakter untuk mengganjal Firli menjadi ketua KPK,” ucapnya.

Neta lalu menjelaskan hasil penelusuran IPW, dimana ada dua masalah yang dituduhkan oknum-oknum KPK terhadap Firli. Keduanya itu yakni pertemuan dengan TGB Zainul Majdi dan pertemuan dengan pejabat BPK.

“Dalam kasus ketemu dengan TGB, Firli sudah menjelaskan kepada 5 pimpinan KPK bahwa TGB bertemu dengannya di lapangan tenis. Dan hal itu juga sudah dijelaskan Firli kepada pansel,” jelasnya.

IPW pun berharap Komisi III DPR nanti dapat menanyakan kedua hal ini kepada Firli dalam uji kepatutan capim KPK. Hal itu penting, sebab dalam penjelasannya kepada pansel, Firli pernah menjelaskan bahwa dirinya bertemu TGB di lapangan tenis dan tidak mengadakan hubungan.

“Tapi kebetulan TGB juga datang ke lapangan tennis saat Firli tenis dengan Danrem tanggal 13 Mei 2018. Dan saat itupun TGB bukan tersangka atau belum statusnya tersangka. Saat bertemu juga tidak ada pembicaraan terkait perkara divestasi newmont oleh PT DMB (BUMD di NTB) dan PT Multicapital dan PT Recapital,” paparnya.

“Faktanya juga hingga kini KPK tidak pernah memproses kasus Newmont sebagai perkara korupsi,’ tambah dia.

Sebab itu IPW berharap Komisi III DPR tidak terpengaruh dengan manuver oknum KPK.

“Jangan mau disandera opini sesat yang dibangun oleh segelintir oknum KPK. Sebab dari penelusuran IPW sesungguhnya masih sangat banyak pegawai KPK yang menanti  kehadiran Firli sebagai Ketua KPK di lantai 15 gedung merah putih. Sedangkan oknum yang terus menurus membully Firli hanya segelintir pegawai kpk dan tuduhan mereka bahwa firli melanggar etik tanpa disertai bukti,” tutupnya.

Sebelumnya diketahui, mantan Deputi Penindakan Firli Bahuri, diduga melakukan pelanggaran berat. Kesimpulan itu diperoleh setelah Direktorat Pengawasan Internal KPK merampungkan pemeriksaan yang dilakukan sejak 21 September 2018.

Hasil pemeriksaan disampaikan kepada Pimpinan KPK tertanggal 23 Januari 2019.

“Perlu kami sampaikan, hasil pemeriksaan Direktorat Pengawasan Internal adalah terdapat dugaan pelanggaran berat,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Rabu (11/9/2019). (Net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here