Jaga KPK dengan Perkuat Kewenangannya, Jangan Lupa Mengkritisinya

0
Ketua Komite I DPD RI, Benny Rhamdani.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua Komite I DPD RI, Benny Ramdhani berharap agar Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, jangan dilemahkan. Lembaga antirasuah itru, menurut dia harus diperkuat kewenangannya dan juga harus dikritisi.

“Saya mengambil posisi 1000% mendukung penguatan dengan tetap mengkritisi KPK. Memperkuat KPK itu wajib hukumnya,” tegas Benny dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi beritabuana.co, Rabu
(11/9/2019).

Terkait rame-rame isu pelemahan KPK yang yang selalu muncul musiman dan dihembuskan oleh internal KPK (Komisioner, Penyidik dan Staf), yang akhirnya mendapat gelombang dukungan publik, dirinya meminta jangan juga ini menjadi modus operandi dan menjadi alat manipulatif untuk menutupi kelemahan KPK itu sendiri.

“Pemberantasan korupsi yang sering dinilai, bahkan oleh publik (dalam beberapa kasus), tampak tebang pilih dan bersifat sampling, itu bisa dinilai sebagai bentuk pelemahan KPK yang dilakukan oleh internal KPK (Pimpinan dan Penyidik),” katanya.

Buktinya, sebut Benny, kasus besar seperti BLBI, Century, Hambalang, e-KTP, proyek yang melibatkan Komisi V DPR RI dan beberapa kasus dugaan kejahatan korupsi besar lainnya, KPK seolah takut menyeret semua orang besar yang terlibat.

“Akhirnya, melihat pemberantasan korupsi yang terasa tebang pilih atau bersifat sampling, serta munculnya gelombang teriakan ‘Lawan Pelemahan KPK’, khususnya yang dilakukan oleh pihak internal KPK, tidak sekedar cara yang tampak dan terkesan manipulatif, tapi juga ibarat ‘maling teriak maling’,” sidirnya.

Seperti slogan ‘Jujur itu Hebat’, yang selama ini menjadi slogan KPK, ternyata dirinya menilai kalau hal itu di distorsi oleh KPK sendiri. Sehingga pelemahan KPK sesungguhnya sudah lama terjadi dan dilakukan oleh KPK itu sendiri.

“Slogan ‘Jujur Itu Hebat’ seolah-olah hanya seruan bagi pihak lain, tapi tidak berlaku bagi KPK itu sendiri. Sepertinya KPK lupa bahwa prilaku tidak jujur itu adalah sifat yang hanya menjadi miliknya para penipu dan para pecundang,” sebutnya.

Sekali lagi, lanjut Benny, jJika KPK tidak ingin dituduh ‘banci’, standar ganda dan manipulatif, kata dia, lalu kenapa setengah hati dalam pemberantasan korupsi dan takut menyeret semua perampok dan penjarah uang negara yang terlibat dalam kasus BLBI, Century, Hambalang, e-KTP dan kasus kejahatan penggarongan uang Negara dan uang rakyat yang lainnya.

“Sesungguhnya, jika KPK tidak punya nyali menuntaskan dan menyeret seluruh yang terlibat dalam kasus BLBI, Century, Hambalang, e-KTP dan kejahatan korupsi lainnya, maka sesungguhnya KPK sama bajingan dan brengseknya dengan para koruptor itu sendiri.
Makanya, 1000% saya akan tetap dukung KPK untuk tetap ada dan diperkuat kewenangannya, tapi tetap mengkritisi KPK secara kedalam adalah cara kita semua untuk menjaga KPK agar tidak lupa diri atas sejarah untuk apa dia dilahirkan, agar KPK tidak khianat atas mandat sucinya dan agar KPK tidak punah dari muka bumi dimana dia berada,” pungkas Benny Rhamdani. (Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here