Dengan Industri Hijau Bisa Meningkatkan Daya Saing Ekspor

0

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Untuk meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun ekspor, Kalangan dunia usaha perlu menerapkan prinsip industri hijau seperti dengan menghemat pemakaian energi dan air.

“Dengan menerapkan prinsip industri hijau, kami bisa menghemat pemakaian energi sekitar 5% per tahun dengan melakukan modifikasi mesin-mesin produksi. Kami juga menargetkan dapat menghemat pemanfaatan air sebesar 15% per tahun,” ungkap Direktur PT Cave Sumber Berkat, Rabu (11/9).

Dikatakan, PT Cave Sumber Berkat adalah produsen plastik yang menghasilkan kantong plastik dan biji plastik untuk pasar domestik dan ekspor.

Pabrik ini berdiri di atas areal 1,7 hektar dan berlokasi di desa Cilampeni, Katapang, Kabupaten Bandung. Saat ini, pabrik ini menampung kurang lebih 480 orang tenaga kerja.   

“Setiap bulan, kami mengekspor kantong plastik sebanyak enam kontainer 40 feet ke Somalia dan Gabon. Kegiatan ekspor tersebut telah kami lakukan sejak tahun 2008. Saat ini, pesaing terberat kami adalah China,”kata Yudi.  

Yudi mengatakan, PT Cave Sumber Berkat sedang berupaya mendapatkan serfitikat Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian untuk meningkatkan kepercayaan mitranya di luar negeri.

“Inilah cara kami untuk menunjukkan, kami layak dipercaya. Kami sangat mendukung program pemerintah “Go Green”.  Kami juga sangat mendukung program “Citarum Harum” untuk mengembalikan sungai Citarum yang bersih,” tambahnya.

Dikatakan, pihaknya sangat mendukung penerapan Permendag 31/2016,  khususnya dalam merealisasi kuota impor limbah plastik sebagai bahan baku industri. “Kami hanya mengimpor limbah plastik berkualitas baik yang benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku,”ujar Yudi.  

Oleh karena itu, katanya, PT Cave Sumber Berkat mendukung langkah tegas pemerintah menindak pengusaha nakal yang mengimpor limbah plastik tidak sesuai ketentuan berlaku, seperti diatur dalam Permendag 31/2016.

Yudi juga mendesak pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk segera membenahi manajemen limbah di Indonesia agar sektor industri bisa makin mengandalkan bahan baku berkualitas dari pasokan dalam negeri.(Savor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here