Tim Saber Pungli Ungkap Pemblokiran Pemohon Paspor di Imigrasi Bandung

BERITABUANA.CO, BANDUNG – Penggunaan sistem online dalam pelayanan paspor untuk mempercepat proses pembuatan masih juga menjadi ajang pungli oknum-oknum tertentu.

Hal ini terungkap saat Tim Saber Pungli bekerja sama dengan Kantor lmigrasi Kelas l Bandung, mengungkap praktek pemblokiran pendaftaran antrean pemohon paspor online, Jumat (6/9/2019).

Terungkapnya pelaku pemblokiran itu, bermula sewaktu petugas mengamankan 3 orang pemohon paspor yang merupakan korban dari oknum yang saat ini masih dalam pengejaran petugas.

Diakui Kepala Kantor lmigrasi Kelas l Bandung Uray Avian, ketiga orang yang dimintai keterangan tersebut, membeli nomor antrean online pemohon paspor dari oknum seharga Rp 200 ribu per nomor antrean. Ketiganya diamankan, saat registrasi permohonan paspor ditolak, karena data pendaftaran pemohon tidak cocok dengan pendaftaran awal via aplikasi online.

“Setelah diverifikasi oleh petugas kami di kantor, ternyata data tidak cocok. Mau tidak mau karena kami juga sudah menegaskan kepada masyarakat pada Minggu kemarin, jika data tidak cocok kita lakukan penolakan,” ujar Uray Avian di Kantor lmigrasi Bandung, kemarin.

Dikatakannya, dari keterangan ketiganya, tim kemudian melacak oknum yang ditengarai melakukan pemblokiran terhadap pendaftaran nomor antrean permohonan paspor online. Oknum tersebut ungkap Urai, mengambil ratusan nomor antrean online dengan modus membuat akun palsu pemohon paspor.

“Ada oknum masyarakat yang bermain, yang mengeblok kuota. Jata kita ini 400 (pemohon paspor) sehari yang terbagi dua. Nah, ternyata pada hari Senin (2/9/2019), kita memverifikasi barcode yang sudah diterima pemohon melalui aplikasi online, ada yang tidak cocok. Kita lakukan evaluasi dulu, korban hanya memberi nama, tidak punya alamat email. Email dibuatkan oknum tersebut dengan asal,” jelasnya.

Dari hasil verifikasi menurut Uray, pihaknya menemukan dalam sehari yang tidak datang atau membatalkan permohonan paspor lebih dari 100 orang. Pihak Kantor lmigrasi Kelas l Bandung mengidentifikasi kondisi tersebut akibat perbuatan oknum yang memblokir antrean, dengan modus membuat akun palsu.

“Ini bukan saja terjadi di Kantor lmigrasi Kelas l Bandung,” ujarnya.

Ia berharap dengan penangkapan oknum yang memblokir nomor antrean pemohon paspor online dan memperjual-belikan kepada masyarakat pemohon yang kesulitan mendapatkan antrean, menjadi schok terapi.

“Ini juga jadi pembelajaran kepada masyarakat, jangan terbuai bujuk rayu. Padahal bila masyarakat kesulitan mengakses aplikasi online permohonan paspor, silakan datang ke kantor lmigrasi,” tuturnya.

Sementara itu, Dirjen lmigrasi Ronny F Sompie, yang dikonfirmasi, www.BeritaBuana.co, Minggu (8/9/2019) pengungkapan kasus pemblokiran permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas l Bandung, menjadi pembelajaran yang berharga bagi jajaran Ditjen lmigrasi.

“Saya akan bekerja sama dengan semua tim Saber Pungli Polda se lndonesia, agar bisa juga menindak siapa saja yang terlibat kasus ini. Ini kasus kedua , setelah sistem pendaftaran online pernah diungkap adanya perbuatan serupa oleh sindikat yang tidak bertanggungjawab seperti ini.

“Apabila ada pejabat lmigrasi yang terlibat kasus ini, semua diserahkan kepada penyidik Polda di bawah koordinasi Saber Pungli untuk meneruskan proses penyidikannya sampai pengadilan,” jelas Ronny.

Tujuannya, untuk memberikan efek jera kepada orang-orang yang terlibat sindikat yang memanfaatkan IT dalam sistem pendaftaran paspor online yang masih terus dibangun dan diperbaiki sistemnya oleh Ditjen lmigrasi. (nico)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here