Generasi Muda Harus Lebih Berperan, Jangan Baperan

AKBP Jajang Hasan Basri S.Ag M.Si. (Foto: Natsir)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Bintibsos Polda Metro Jaya, AKBP Jajang Hasan Basri S.Ag., M.Si mengatakan maraknya pelanggaran hukum, tidak terlepas dari rusaknya moralitas para pelanggar hukum tersebut.

Hal ini disampaikan AKBP Jajang saat memberikan sambutan kepada peserta kuliah umum di Kampus Universitas Islam Attahiriyah Jakarta, Sabtu (7/9/2019), yang dihadiri Ketua DPR RI, H. Bambang Soesatyo S.E M.B.A (Narasumber Kuliah Umum), Ketua Umum Yayasan Addhiniyah Attahiriyah, KH Khudori Thohir, Rektor UNIAT Jakarta, Prof Dr Abdul Gani Abdullah dan deretan pejabat dan tokoh masyarakat.

“Kita sepakat Negara kita adalah Negara hukum, gak usah yang aneh-aneh, adik-adik cukup fokus jadi mahasiswa, belajar yang baik, cepat lulus karena yang nunggu di rumah bukan saja orang tua anda tapi juga calon mertua,” candanya.

Karena itu, AKBP Jajang mengajak generasi muda untuk tingkatkan moralitas karena tantangan memasuki revolusi industri 4.0 sangatlah competitive dan challenging.  Menurutnya, anak muda harus lebih berperan  dan  membekali diri dengan pendidikan yang berlandaskan Pancasila.

Dia merujuk di sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, artinya Pancasila menghendaki seluruh bangsa Indonesia terlebih anak muda wajib memiliki moral yang baik. Dirinya mengakui, orang pintar belum tentu baik, boleh jadi kepandaiannya bukan untuk yang hal-hal yang baik namun untuk menipu orang.

“Koruptor miliaran rupiah itu bukan orang bodoh tapi orang pintar, check sekolahnya dan titelnya wah lulusan di universitas ternama tapi karena moralnya tidak baik yah seperti itu. Jadi harus dahulukan moralnya, Insha Allah, kalau baik moral dan akhlaknya maka baik pula kepandaiannya” jelas AKBP Jajang. 

Peran yang dimaksud AKBP Jajang,  sejarah telah mencatat, bagaiamana Sutan Syahrir berperan besar dalam sejarah kemerdakaan bangsa Indonesia. Bagaimana Mark Zukerberg, Lary Page dan Sergey Brein yang begitu memiliki peranan besar dalam merubah peradaban dunia melalui facebook.

Atau kisah pemuda Ibrahim yang berani memberontak dan bertindak revolusioner untuk memperbaiki tatanan sistem masyarakat yang sudah rusak. Kisah Ash-habul Kahfi (para pemuda penghuni gua) adalah bukti nyata bahwa pemuda selalu punya peran dalam merubah kondisi suatu bangsa yang tertindas oleh kesewenang-wenangan penguasa. 

“Jadi anak muda itu yang punya peran jangan baperan,” tutur AKBP Jajang seraya mengingatkan bahwa revolusi industri 4.0 menjadi peluang atau ancaman tergantung di tangan generasi muda. Bahkan gadget yang selalu digenggam dimanapun bisa menjadi baik dan buruk.

“Jika dimanfaatkan untuk menyebar informasi positif, misalnya menginformasikan jika hari ini diadakan kuliah umum bersama ketua DPR RI, temanya “Membangun SDM Unggul Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0”, tentu akan sangat berguna baik yang menyebarkan informasi atau yang menerima informasi,” ujarnya.

Polisi melati dua yang dikenal ramah ini pun kembali menegaskan masa depan Bangsa ini ada di pundak anak muda, dengan fokus menjadi mahasiswa yang baik yakni belajar, active di organisasi kepemudaan dan kegiatan positif lainnya akan mengantarkan seorang pemuda ke masa depan yang lebih baik. 

“Pemuda yang baik menunggu pemuda yang jelas  masa depannya, bukan begitu adik-adik, sontak para peserta khususnya mahasiswi memberikan  standing  applause,” tutup AKBP Jajang. (Natsir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here