Warning Kang Dede ke Pemerintah, Jangan Naikan BPJS Kesehatan Kelas III

Ketua Komisi IX DPR Fraksi Demokrat Dede Yusuf saat menyampaikan paparan. (Foto: Jimmy)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Komisi IX DPR RI kembali mewanti-wanti atau mengingatkan Pemerintah untuk tidak menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk kelas III. Pasalnya, mayoritas rakyat Indonesia masih berpenghasilan pas-pas.

Begitu ditegaskan Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf pada diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Iuran BPJS Naik, Bebani Rakyat” di Media Center Gedung Nusantara III DPR RI, Kamis (5/9/2019).

Menurut Kang Dede sapan politisi dari Partai Demokrat itu, kenaikan premi adalah sebuah keniscayaan. Sebab setiap 2 tahun memang harus di harus dievaluasi dan evaluasi terakhir evaluasi dilakukan  pada   2016.

Tapi soal menaikkan iuran kelas III,  Dede menegaskan sikap awal komisi yang membidangi kesehatan itu agar iuran kelas III tidak dinaikkan.

“Kelas tiga  jangan naik  karena kebanyakan masyarakat kita menggunakan kelas tiga,” tegasnya.

Diakuinya soal dinaikkannya iuran BPJS adalah domain pemerintah. Namun dengan melihat fakta ada 96 jutaan anggota BPJS, plus PNS, termasuk TNI/Polri iuran sudah dibayar secara rutin.

“Memang ada tadi pekerja bukan penerima upah antara sekitar 50 jutaan lebih yang hanya bisa dikolekting 45 persen,di permasalahannya bukan di premi di kolekting dan bukan soal besarannya.Kami mengangap, kalau naik, apa kolektingnya bisa diperbaiki malah takutnya orang malah meninggalkan,” ujarnya lagi.

Dede Yusuf menegaskan kalau peserta kelas III BPJS biasanya berpenghasilannya rata-rata Rp 1,5 juta hingga 2 juta per bulan. Misalnya penjual soto. Kalau iuran sebesar Rp 25 ribu, tidak terlalu memberatkan namun kalau istri dengan enam anak pasti memberatkan.

“Oleh karena itu kami berikan kesepakatan kepada pemerintah untuk kelas 3 jangan naik dan untuk kelas 2 dan kelas 1  kami serahkan kepada pemerintah untuk memutuskannya,” pungkas Dede Yusuf. (Hendri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here