DJNS: Jika Tak Ada Kenaikan, 2024 BPJS Kesehatan Alami Defisit

Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional Angger Yuwono saat menyampaikan paparan. (Foto: Jimmy)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Angger Yuwono menegaskan jika tak ada kenaikan, maka di tahun 2024 nanti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan mengalami defisit Rp 77,9 triliun.

“Kalau BPJS ini tidak naik dan tanpa melakukan upaya-upaya lainnya termasuk evaluasi tata kelolanya, maka tahun 2024 akan defisit Rp 77,9 triliun,” tegas Anger dalam Dialektika Demokrasi bertema “Iuran BPJS Naik, Bebani Rakyat?” di Media Center Gedung DPR RI, Kamis (5/9/2019).

Secara rinci dia mengatakan, defisit BPJS Kesehatan tersebut mulai Rp 39,5 triliun di tahun 2020, Rp 50,1 triliun (2021), Rp 58,6 triliun (2022), Rp 67,3 triliun (2023) dan Rp 77,9 triliun (2024), total Rp 290-an triliun.

Juga BPJS Mandiri, anggotanya yang aktif membayar hanya 55 persen, selebihnya 45 persen tidak membayar.

“Jadi, semuanya harus diperbaiki,” demikian Angger. (Hendri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here