Polri Berkoordinasi Dengan BIN dan Menlu untuk Sikapi Keterlibatan Pihak Asing di Papua

Suasana Papua saat kerusuhan.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengungkapkan hasil intelijen adanya dugaan keterlibatan pihak asing dalam serangkaian peristiwa kerusuhan di Papua. Saat ini, Polri berkoordinasi dengan para stakeholder, khususnya Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), untuk menyikapi keterlibatan pihak asing tersebut.

Pernyataan Kapolri itu dibenarkan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/9/2019).

“Sudah ada komunikasi dengan Kemenlu, BIN, Bais dan Kementerian terkait isu itu,” kata

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian mengatakan kalau pihaknya meminta bantuan BIN dan Kemenlu untuk mengidentifikasikan kelompok asing yang bermain dalam serangkaian peristiwa kerusuhan di Papua beberapa pekan terakhir ini.

“Ada, ada (keterlibatan pihak asing). Kita tahulah kelompok-kelompok ini ada hubungannya dengan network di internasional. Jadi kita harus menanganinya memang di dalam negeri maupun di luar negeri. Kerja sama kita dengan Ibu Menlu dan jaringan intelijen,” kata Tito kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Minggu (1/9/2019) kemarin.

Seperti diketahui, Kepolisian telah menangkap 8 orang yang diduga sebagai aktivis pro-Papua Merdeka. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memastikan salah satu tersangka adalah juru bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI West Papua), Surya Anta Ginting. Penangkapan mereka berdasarkan pemeriksaan sejumlah alat bukti di antaranya rekaman CCTV.

Adapun, Kemenlu menyebut beberapa orang jaringan yang diduga sebagai provokator aksi rusuh Papua itu kini berada di luar negeri.

“Memang ada beberapa individu yang bermukim di luar negeri dan mengkampanyekan sepraratisme mengatas-namakan saudara-saudara kita di Papua,” kata Plt Jubir Kemlu, Teuku Faizasyah kepada wartawan.

Faizasyah mengatakan Kemlu akan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan negara-negara lain terkait keberadaan individu yang mengkampanyekan separatisme dengan mengatasnamakan masyarakat Papua.

“Ya tentunya ada komunikasi,” tutup dia. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here