BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pengalaman pribadi, curahan hati terkadang memunculkan ide seseorang untuk menuliskan pengalamannya ke dalam sebuah buku.

Hal ini yang dialami oleh pengusaha muda, Dita Soedarjo, 27 tahun. “Sejak batal menikah pada Desember 2018, saya mendadak banyak mendapat pertanyaan dari banyak perempuan, baik online maupun offline, yang curhat soal kisah mereka yang tiba-tiba gagal juga. Saya kaget dengan respons yang diterima, karena sebelumnya tak pernah sampai seperti ini. Beberapa curhatan malahan membuat saya jadi terharu dan kasihan, yang kemudian membuat saya mengambil keputusan untuk menulis buku ini,” tutur Dita pada peluncuran bukunya berjudul Dignity, di Gramedia Central Park Mal, Jakarta Barat, (31/08/2019).

Anak bungsu dari tiga bersaudara ini lulus kuliah jurusan Fashion, Marketing and Merchandisina di Los Angeles. Ia pernah gagal menikah dengan aktor yang juga mantan pemain basket, Denny Sumargo.

Dita juga pernah bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional Rl dan yayasan yang ia buat bersama teman-temannya, untuk membangkitkan minat baca generasi muda. Hal ini menjadi latar belakang yang makin mendorongnya kuat untuk menulis buku.

Kecintaan Dita dengan buku dan berinteraksi dengan orang lain membuatnya terdorong menerbitkan buku pertamanya. Ia menulis buku ini sebagai jawaban dari berbagai pertanyaan netizen yang meminta saran kepadanya untuk bisa bangkit dari kegagalan.

Lewat buku tersebut Dita menceritakan ingin membantu perempuan muda agar bangkit kembali walaupun mengalami kegagalan. Tidak hanya percintaan kata dia, kegagalan dari bentuk pendidikan hingga kehidupan lain.

“Ini tentang bagaimana bisa menghadapi berbagai hal yang terjadi di hidup kita. Karena kita adalah produk dari apa yang kami memilih untuk melakukan untuk mengatasi,” ungkap pimpinan Haagen Dazs Indonesia saat ini.

Buku Dignity dibagi menjadi tiga bagian, yakni Scoop of Love, Scoop of Career dan Scoop of Family. Di setiap bagian, Dita mendeskripsikan detail bagaimana cara menjadi perempuan kuat, mampu menghadapi berbagai tantangan hidup yang hadir di bagian-bagian terpenting dalam kehidupan.

Dita juga menyediakan worksheet yang bisa dikerjakan oleh para pembaca bukunya. “Harapannya, supaya pembaca tidak cukup hanya dengan membaca saja, tetapi juga mereka mulai membuat langkah nyata dengan memikirkan cara untuk bisa mengubah situasi di hidupnya,” tegas Dita yang sempat dua kali gagal menulis buku ini.

Buku Dignity rencananya akan terbit di toko buku dan online mulai 9 September 2019. Setelah buku pertamanya terbit, Dita juga berencana mengumpulkan puisi-puisi dan tulisan sedih yang sempat ditulisnya setelah putus, yang nantinya akan diterbitkan menjadi buku keduanya. (EFP)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here