Revolusi Spirit Kebangsaan Perlu untuk Jaga Eksistensi Pancasila

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Gangguan terhadap Pancasila yang semakin massif dan terang-terangan, serta maraknya ide-ide puritanistlk-primordial yang ingin memaksakan dogma-dogmanya, jika dibiarkan dan tidak dilawan dengan tindakan-tindakan pencerahan maka akan berpotensi merusak-terserap di masyarakat, sehingga menjadi racun yang berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pemerhati Pendidikan PAUD, Bayu Neneng Wahyuni mengatakan ini dalam acara dialog Saung Pancasila Nusantara dengan tema “Pancasila Hari Ini, Esok dan Akan Datang Apakah Masih Ada?”, di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (31/8/2019).

Diakui Neneng kalau hingga saat ini Pancasila dirasakan oleh bangsa Indonesia semakin terkoyak. Hal tersebut bisa terlihat dari hilangnya Pendidikan Pancasila di sekolah serta cultur dan budaya yang dilupakan.

“20 tahun lebih Pancasila tidak diajarkan di dunia pendidikan, padahal pelajaran Pancasila harus tetap ada walaupun presidennya ganti,” ujarnya.

Menurut Neneng, meskipun Pancasila tidak hilang namun kurangnya keinginan untuk menggali nilai-nilai Pancasila dan mengamalkannya.

“Sebab, Pancasila yang semakin tergerus akan berdampak pada hilangnya kebersamaan,” sebutnya.

Sementara itu, Eko Sriyanto Galgendu berpendapat, jika melihat kondisi saat ini, dibutuhkan sebuah revolusi pola pikir dan landasan dasar yang kuat dalam memahami Pancasila.

Menurutnya, pola pikir dan landasan dasar Pancasila terdapat pada spirit kebangsaan. Jika spirit kebangsaan lemah maka spirit kenegaraannya pun akan lemah.

“Dengan demikian tidak ada cara lain kita harus merevolusi spirit kebangsaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Intelektual Publik, Adi Bunardi mengatakan, Pancasila memang pernah dirumuskan tetapi tidak pernah menjadi kenyataan sosial meskipun sudah terjadi perubahan politik mulai dari rezim orde baru hingga saat ini. Untuk mewujudkan agar Pancasila menjadi kenyataan sosial, ini menjadi tanggung jawab bersama.

“Seharusnya Pancasila itu tumbuh melalui percakapan publik agar muncul sebuah kesadaran dan tumbuh revolusi berfikir,” pungkasnya. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here