Prof. Indriyanto: Delik Penghinaan Terhadap Presiden untuk Menghindari Politisasi Hukum

BERITABUANA.CO, JAKARTA- Guru Besar Universitas Krisnadwipayana, Prof. Indriyanto Seno Adji mengatakan munculnya rumusan pasal penghinaan ini pada RKUHP tidak perlu dikhawatirkan, karena format pasal penghinaan ini sangat moderat dan masih dalam batas dan dinamika prinsip hukum pidana.

Bahkan, pada negara-negara dengan sistem demokrasi yang liberal, baik sistem hukum pidana bercorak common law maupun civil law, selalu dicantumkan ‘Guarding Law for Protection of State’, yaitu ketentuan tentang perlindungan terhadap simbol kenegaraan, termasuk Kepala Negara.

“Hanya saja yang berbeda adalah tentang tata pola penempatan pada Bab Keamanan Negara (Security of State) ataukah pada Bab Ketertiban Umum (Public Order),” kata Indriyanto lewat keterangannya, Sabtu (31/8/2019).

Ia menjelaskan, pemerintah sudah menjalankan amanat putusan MK, yang memperbaiki redaksional delik sehingga jauh dari makna Haatzaai Artikelen (Pasal Penabur Kebencian) yang tidsk demokratis sifatnya.

“Secara hukum pidana, Tim RKUHP sudah benar merumuskan delik dengan tidak mencantumkan unsur Ridicule (cemooh), Hatred (kebencian) and Contempt (penghinaan) yang mengandung didalamnya sebagai rumusan unsur yang tidak demokratis sifatnya, sehingga pernyataan yang dilakukan dengan cara keras tapi obyektif, zakelijk dan konstruktif adalah tidak dijadikan dasar pemidanaan,” ucapnya.

Karena itu, lanjut dia, rumusan Tim terhadap ketentuan menyerang kehormatan, martabat dan harkat Presiden tetap berbasis delik yang demokratis dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip perlindungan HAM, bahkan dirumuskan pula sebagai delik aduan sehingga bisa terhindar dari politisasi hukum.

“Rumusan Pasal Tim sudah tepat dan tidak bertentangan dengan prinsip demokratis dan Ham, sehingga tetap menjaga hak-hak warga negara dalam menyampaikan pendapatnya secara bebas, walaupun dipahami juga bahwa tidak ada suatu legitimasi adanya kebebasan absolut secara universal,” tutup Indriyanto. (Nir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here