BKNDI sukses Gelar Seminar “Refkleksi74 Tahun Indonesia merdeka dan ancaman Disintegrasi Bangsa”.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Sinergi Kepala Desa dan Aparat seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa harus lebih optimal untuk menyokong berbagai program pemberdayaan masyarakat. Tujuan sinergi ini, selain menjaga kamtibmas juga untuk memajukan desa. Hal ini disampaikan oleh Komisaris Jenderal Polisi Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum, Selaku Kabaharkam dan perwakilan Kapolri pada acara Seminar Nasional “Refkleksi74 Tahun Indonesia merdeka dan ancaman Disintegrasi Bangsa” yang dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Nasional Badan Komunikasi Desa Se-Indonesia (BKNDI) di Hotel Oasisi Amir, Jl. Senen Raya Blok A Jakarta Pusat, Kamis ( 29/8/2019)

“Usia kemerdekaan Indonesia yang sudah menginjak ke 74, harus direfleksikan pada optimalisasi Potensi SDA dan SDM Desa se-Indonesia. Dia menilai konflik yang terjadi akhir-akhir ini lebih pada kepentingan SDA yang belum sepenuhnya dikelola secara professional. Lanjut kata Komjen Pol Condro bahwa kehadiran BKNDI adalah solusi tepat untuk memberdayakan seluruh perangkat desa sehingga program Nawa Cita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo berjalan sesuai target yakni memajukan desa yang sejahterah dan unggul” Kata Komjen Pol Condro Kirono.

Komjen Pol Condro menuturkan kepada seluruh peserta seminar yang sebagain besar adalah kepala desa bahwa tantanagan kedepan sangatlah pelik. Salah satunya adalah, ancaman disintegrasi yang harus menjadi perhatian seluruh pihak. Bagi Komjen Pol Condro, desa telah menjadi variable penting yang ikut dilibatkan sebagai subyek dalam terciptanya perdamaian secara nasional, yang berarti secara langsung, desa ikut berperan meningkatkan ketahanan nasional dalam menghadapi dinamika sosial yang ada.

“Hal tersebut memberi harapan yang cukup besar dalam perubahan paradigma penanganan konflik yang ada” tutur Komjen Pol Condro.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kewaspadaan Kemendagri, Dr Akbar Ali mengapresiasi langkah cerdas BKNDI mengadakan Seminar “Refkleksi74 Tahun Indonesia merdeka dan ancaman Disintegrasi Bangsa” menjadi upaya tindakan preventif untuk merangkul seluruh pihak menyampaikan narasi-narasi sejuk daalam kebhinekaan NKRI. Sebagai bentuk kewaspadaan, Akbar menegaskan bahwa Pemerintah telah optimal mencegah konflik yg terjadi di masyarakat khususnya di desa maupun di tingkatan yang lebih tinggi. Kegiatan berupa seminar, workshop dan sosialisasi yang berorientasi pada peningkatan wawasan kebangsaan harus terus digalakkan untuk menjaga keutuhan NKRI.

“ Penghujung agustus 2019 ini, kita dihebohkan dengan rentetan peristiwa yang memiliki tendensi konflik yang mengarah pada ancaman keutuhan NKRI, BKNDI telah tepat menyelenggarakan kegiatan ini, kita harus berhati-hati dalam melakukan posting, apa yang kita posting, selalu mencek ricek sebelum kita berbagi informasi, termasuk mengedukasi WA-WA grup yang kita ikuti. Kita perlu melakukan konfirmasi di group-grouop wa dengan memaparkan bahwasannya ini loh berita yang sebenarnya, bagi warga desa saat ini yang sudah ada internet, tentu jangan ikut-ikutan nyebar hoaks harus da tabayyun dulu” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Pembina BKNDI serta Akademisi LSPR Jakarta, Dr.Hj.Nelly Nailatie Maarif MBA, saat menyampaikan materi “Hoaks dan Ancaman Disintegrasi Bangsa” pada seminar tersebut, mengajak seluruh masyarakat khususnya perangkat desa harus mewaspadai berita hoaks dengan muatan isu SARA, dan jangan mau lagi dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

“Kemampuan memproduksi hoaks yang jauh lebih banyak dan cepat dibanding upaya pencegahan dan pemberantasannya, harus diantisipasi dengan pembekalan literasi digital dan non-digital, sehingga masyarakat mampu membedakan hoaks serta tidak mudah dipancing provokasi yang dapat mengobarkan konflik” kata Dr Nelly (Natsir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here