Rocky Gerung Heran Jokowi Berpikir Terbalik

by -
Mafudz Siddiq dan Rocky Gerung saat menjadi narasumber dalam diskusi dan peluncuran buku 'Gelora Kata-Kata" karya Fahri Hamzah.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Langkah pemerintah untuk memindahkan Ibukota negara ke Kalimantan Timur tahun 2024, terus menuai protes. Bahkan dinilai bertolak belakang dengan logika dalam membangun.

Seperti yang disampaikan pengamat politik, Rocky Gerung saat menjadi pembicara pada diskusi dan peluncuran buku berjudul “Gelora Kata-Kata: Seputar Demokrasi dan Musuh-Musuhnya” karya Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di ruang Abdul Moeis, Gedung Nusantara DPR RI, Kamis (29/8/2019) kemarin.

Dia menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggunakan pemikiran terbalik.

“Terkait pemindahan Ibukota Negara ke Kaltim, presiden menggunakan pemikiran terbalik,” kata Rocky Gerung,

Menurut dia, seharusnya dalam memindahkan ibukota negara ke Kaltim, dilakukan pengkajian terlebih dulu lalu diputuskan daerah yang dipilih. Namun justru yang dilakukan oleh pemerintah adalah memutuskan lokasi yang dipilih, baru kemudian mengkajinya.

“Justru yang dilakukan Jokowi mengumumkan lalu mengkaji. Mana mungkin seperti itu,” katanya.

Rocky Gerung juga menyayangkan kalangan pers yang membiarkan kekacauan berpikir seperti itu. Padahal pers sebagai alat kontrol sosial ikut memperbaiki kekacauan berpikir tersebut.

Terkait buku Fahri Hamzah tersebut Rocky Gerung mengapresiasinya. Sebab sebagai seorang politisi yang kaya ide harus menuangkan idenya dalam buku seperti yang dilakukan Fahri Hamzah.

Apalagi buku Fahri Hamzah itu berisi perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang memang perlu dikritik.

“Diksi Fahri Hamzah memang begitu makin menggelora.Dia menggunakan nada cresendo yang keras,” ujar Rocky Gerung. (Hendri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *