Komisi III DPR Pastikan Pembahasan RUU KUHP Profesional

Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery menegaskan bahwa penyelesaian pembahasan Rancangan UU (RUU) KUHP dilaksanakan secara profesional.

“Tidak ada pihak mana pun yang bisa mengintervensinya,” tegas Herman kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (28/8/2019), terkait penyelesaian pembahasan RUU KUHP oleh Komisi III DPR RI.

Menurut Herman, DPR akan berjalan secara profesional dan sesuai dengan target dalam setiap pembahasan RUU termasuk RUU KUHP.

“Dalam proses penyelesaian sebuah UU kami DPR tidak bisa dengar dipaksa, disuruh, ditahan atau dipercepat tidak bisa, kami bekerja secara profesional, biar saja bergulir dan target penyelesaian UU sudah menjadi target kami di Komisi III dimasa bakti sekarang,” kata Herman.

Hal itu menanggapi permintaan sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Advokasi Kebebasan Beragama agar DPR menunda pengesahan RUU KUHP.

Dalam penyelesaian RUU KUHP, kata Herman, Komisi III DPR sudah meminta masukan dari sejumlah elemen masyarakat. Sehingga, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam pengesahan RUU tersebut.

“Tentu kami di DPR ini kan wakil rakyat, masukan masyarakat boleh-boleh saja, masyarakat kan juga macam-macam masyarakat yang mana, mewakili siapa, kami juga wakil rakyat, kami juga mendengar semua masukan,” tegasnya.

Apalagi, lanjut Herman, penyelesaian RUU KUHP sudah menjadi target komisi yang membidangi hukum itu pada masa periode sekarang. Untuk itu, ia memastikan tidak akan ada yang mengintervensi dalam pengesahan UU KUHP nanti.

“Bahwa terkait ada UU yang sekarang yang tadi dipertanyakan bahwa UU KUHP jangan didorong cepat-cepat tidak ada yang dorong, semua berjalan profesional dan apa adanya dan kalau memang kenyataannya bisa diselesaikan kenapa harus ditahan, kami akan selesaikan,” terangnya.

“Perlu diingat bahwa di dalam sebuah keputusan politik terkait UU atau apapun tergantung suara mayoritas di DPR, kalau nanti suara mayoritas dalam pengelolaan UU ini mengatakan selesai, ya selesai, tidak ada pihak yang mempercepat maupun memperlambat,” tegas Herman lagi.

Untuk itu, lanjut Herman, Komisi III DPR meyakini RUU KUHP akan dapat disahkan sebelum periode DPR masa bakti 2014-2019 berakhir pada Oktober mendatang.

“Kami optimis, kami selesaikan sekarang, karena tidak ada lagi pasal-pasal krusial,” demikian politisi PDI Perjuangan asal Nusa Tengga Timur (NTT) itu. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here