Pin Berbahan Emas DPR Tak Perlu, Cukup yang Murah Tapi Bagus

Pin Anggota Dewan.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pin emas yang akan diterima oleh setiap anggota DPR sudah menjadi tradisi, tetapi berimplikasi pada memperkaya diri. Karena itu, pengadaan pin tersebut sebetulnya tidak perlu, karena diadakan hanya sekedar sebuah tanda.

“Kalau hanya sekedar sebuah tanda bahwa mereka adalah anggota DPR yang terhormat, tak perlu berbahan emas, bisa dicari bahan yang lain, yang lebih murah, tetapi bagus dan menarik,” kata aktivis dan pengamat politik Jeirry Sumampow menjawab beritabuana.co di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Seperti diketahui, pin emas bagi anggota DPR periode 2019-2024 sedang menjadi sorotan publik. Pengadaannya dianggap tidak perlu dan cukup menggunakan pin yang sudah ada pada periode sebelumnya.

Jeirry mengingatkan, pin anggota DPR bahan emas jelas harganya mahal. Sehingga, tidak etis negara mengeluarkan duit milyaran rupiah hanya untuk memberi tanda bahwa dia anggota DPR.

“Kita tahu lah, harga emas kan mahal, dan dibuat untuk ratusan orang anggota DPR RI,” ujarnya.

Jadi kata Jeirry, sebaiknya hal itu tak terjadi lagi di kemudian hari. Anggaran untuk pengadaan pin emas semestinya tak perlu lagi.

“Bisa dipikirkan bentuk yang lebih murah sehingga tak menyedot anggaran publik yang besar,” kata dia.

Begitu juga, lanjut Jeirry, jika itu hanya untuk menjadi tanda sebagai anggota DPR, maka semestinya tak boleh menjadi milik pribadi. Ketika selesai masa kerjanya, ia berpendapat pin tersebut harus dikembalikan sebagai aset negara, untuk digunakan oleh anggota DPR yang baru.

“Sebagai perangkat anggota dewan, mestinya itu menjadi inventaris sekretariat dewan,” imbuhnya.

Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePi) ini menambahkan, jangan hal itu dijadikan sebagai kenang-kenangan anggota DPR. Sehingga setelah selesai periodenya, mereka harus mengembalikan kepada Sekretariat Dewan. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here