Menkeu: RAPBN 2020 Tetap Sehat, Menuju Keadilan dan Kemandirian

by -
Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaanAPBN 2018 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ke-20 tahun 2018-2019. (Foto: Jimmy)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengatakan, tahun 2020 akan menjadi titik tumpu untuk mengkonsolidasikan dan mempercepat perwujudan Indonesia maju ke depan. Dalam kaitan ini, Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020 didesain untuk tetap sehat, mendorong keadilan dan kemandirian untuk mampu menjaga momentum pembangunan dengan tetap waspada terhadap gejolak global.

Hal ini disampaikan Menkeu Sri Mulyani pada pidatonya dalam Rapat Paripurna DPR RI tentang jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPR terhadap RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2020 dan Nota Keuangannya di Gedung DPR RI, Selasa (27/8/2019).

RUU APBN tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi  dalam sidang paripurna DPR pada 16 Agustus lalu.

Selanjutnya Sri Mulyani mengatakan, stabilitas dan momentum perekonomian nasional harus terus dijaga untuk menghindari opportunity loss dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, antara lain dengan berbagai kebijakan fiskal yang adaptif dan realistis.

“Kebijakan fiskal tahun 2020 diharapkan menjadi landasan untuk pembangunan kualitas SDM Indonesia yang unggul dan maju ke depan, yang adaptif dengan kemajuan teknologi,” kata Sri Mulyani.

Strategi kebijakan fiskal  juga ditujukan untuk meningkatkan investasi dan ekspor, mengakselerasi pembangunan infrastruktur, penguatan perlindungan sosial, memperkuat birokrasi serta semakin meningkatkan kualitas desentralisasi fiskal untuk mengakselerasi pembangunan di daerah.

Terkait soal asumsi pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN tahun 2020 yang dipatok sebesar 5,3 persen, Menkeu Sri Mulyani menjelaskan, asumsi tersebut disusun dengan mempertimbangkan faktor resiko dan prospek ekonomi ke depan yang dipantau sejak awal tahun, baik dari sisi global maupun domestik.

“Sejalan dengan peningkatan ketidakpastian global dan meningkatnya perang dagang yang menyebabkan terjadinya resiko perlemahan ekonomi dunia, pemerintah akan terus mewaspadai perkembangan situasi teridan dampaknya terhadap perekonomian nasional,” jelas Sri Mulyani.

Dikatakan, meski ditengah gejolak dan pelemahan perekonomian global, perekonomian Indonesia tetap mampu tumbuh stabil dan secara bertahap tetap menunjukkan tren peningkatan.

Realisasi pertumbuhan ekonomi menurut Sri Mulyani, sampai dengan semester pertama tahun 2019 sebesar 5,06 persen, menunjukkan tetap kuatnya permintaan domestik dengan stabilnya konsumsi masyarakat dan pemerintah, serta dukungan investasi domestik di saat kinerja Neta perdagangan yang masih menghadapi tantangan. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *