Masinton: Pansel Bukan Penentu Capim, Kritik Koalisi Salah Arah

Masinton Pasaribu, Anggota Komisi III DPR RI dari F-PDIP.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu menilai kritik Koalisi Masyarakat Sipil terhadap Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi atau Capim KPK tidak relevan dan salah arah.
Sebab, penentu akhir pimpinan KPK adalah Komisi III DPR.

“Sejak awal teman di koalisi sudah nyinyir, padahal proses pemilihan oleh pansel KPK hanya tahapan awal. Bukan tahapan menentukan,” kata Masinton kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Pada tahapan tersebut, lanjut Masinton, Pansel hanya bertugas menyeleksi dan menjaring nama-nama yang akan mereka saring.

“10 nama diserahkan ke presiden dan oleh presiden diserahkan ke DPR. Nantinya 10 orang itu akan dipilih menjadi lima orang oleh DPR,” katanya.

Dalam proses seleksi itu, mulai dari tes administrasi, tes kesehatan, profil asesmen, menurut politisi PDI Perjuangan itu, Pansel tak bekerja sendirian, namun juga melibatkan sejumlah pihak seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) hingga Badan Intelijen Negara (BIN).

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Kawal Capim KPK mengkritisi kinerja Pansel Capim karena dianggap menyisakan berbagai persoalan serius, mulai dari tindakan atau pernyataan panitia seleksi hingga calon-calon yang tersisa saat ini.

Kata Masinton, sebaiknya Pansel tak terpengaruh dengan kritik dari koalisi sipil. Kritik itu biasa, anggap saja suplemen agar Pansel lebih teliti bekerja, jalan terus saja.

Karena itu, Masinton mengingatkan koalisi sipil bahwa Pansel dibentuk berdasarkan UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK.

“Tugas mereka membatu pemerintah dan DPR untuk menyeleksi,” katanya seraya menegaskan bahwa penentuan terpilihnya lima nama pimpinan KPK ditentukan dalam fit and proper test di Komisi III DPR RI. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here