Tragedi KM Mina Sejati, Korban Dilindungi BPJSTK

0

BERITABUANA.CO, JAKARTA–Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) Agus Susanto mengatakan, seluruh ABK yang menjadi korban insiden di perairan Laut Aru dan telah merenggut korban jiwa, telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak Juli 2019 dengan jumlah iuran yang dibayarkan sebesar Rp1,3 Juta.

“Saat ini tim di lapangan juga telah melakukan pendataan dan pendampingan kepada korban selamat yang sedang mendapatkan penanganan medis di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJS Ketenagakerjaan. Jika korban memerlukan rawat lanjutan, seluruh biayanya akan ditanggung tanpa batasan,” jelas Agus dalam pernyataan persnya di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Diungkapkan, tragedi yang dialami 36 anak buah kapal (ABK) KM Mina Sejati dipicu oleh perkelahian antar ABK ketika kapal sedang berlayar di perairan Kepulauan Aru, Maluku, Sabtu (17/8/2019). Meski baru satu bulan terdaftar, BPJSTK memastikan bahwa seluruh korban akan mendapatkan manfaat perlidungan dan pelayanan yang sama.

Dalam insiden itu 11 korban ditemukan selamat telah dilakukan penanganan oleh tim medis dan didampingi oleh petugas dari BPJST. Selain itu, dua orang meninggal dunia dan 23 orang termasuk para pelaku masih belum ditemukan.

Kejadian yang menimpa ABK KM Mina Sejati ini, menurut Agus, masuk dalam lingkup kecelakaan kerja sehingga seluruh biaya perawatan dan pengobatan para korban akan ditanggung sampai sembuh. Sedangkan untuk korban meninggal, ahli warisnya akan mendapatkan santunan kematian akibat kecelakaan kerja sebesar 48 kali upah yang dilaporkan.

Bagi peserta yang sedang dalam perawatan dan tidak mampu bekerja akan mendapatkan penggantian upah sesuai dengan ketentuan. “Para pekerja langsung mendapatkan haknya meski iuran yang dibayarkan baru satu kali. Hak tersebut meliputi seluruh manfaat atas program yang diikuti,” ungkap Agus.

Atas musibah itu, Agus turut prihatin dan berharap tragedi ini menjadi perhatian semua dimana profesi pekerjaan seperti anak buah kapal (ABK) dan nelayan ini rentan akan resiko sosial. “Untuk itu menjadi tanggung jawab kita semua untuk terus melakukan edukasi akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” tutupnya. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here