Perempuan, Pilar Bangsa dalam Menciptakan SDM Unggul

0
Ir. Yurida Sriwahyuni, M.M. (Foto: Iwan)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kemerdekaan Indonesia diperoleh dengan perjuangan dan pengorbanan luar biasa, masih menjadi suplemen penyemangat generasi muda dalam mengisi kemerdekaan disegala bidang pembangunan. Utamanya adalah generasi milenial perempuan untuk melanjutkan estafetnya, secara historis perempuan turut berkontribusi terhadap perjuangan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari awal sampai dengan saat ini.

Mengacu kepada data BPS terbaru menyebutkan bahwa Indeks Pembangunan Gender (IPG) Indonesia mengalami kenaikan, dari 90,82 pada 2016 menjadi 90,99 di 2018. Sementara itu, Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Indonesia juga tercatat naik dari 71,39 pada 2016, menjadi 71,74 pada 2017. IDG adalah indikator yang menunjukkan apakah perempuan dapat memainkan peranan aktif dalam kehidupan ekonomi dan politik.

“Sebagai fundamental utama dalam konteks pembangunan, pemberdayaan perempuan sangat erat kaitannya dengan peningkatan kualitas SDM, terutama generasi berikutnya, mengingat perempuan adalah pendidik pertama di keluarga,” tutur Ir. Yurida Sriwahyuni, M.M., yang akrab dipanggil Rini kepada beritabuana.co di Jakarta, Jumat (23/8/2019) kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa perempuan adalah asset dan merupakan investasi yang penting bagi bangsa Indonesia, yang dapat memberikan berkontribusi secara signifikan, sesuai kapabilitasnya, akan tetapi perhatian keluarga merupakan pilar utama yang perlu mendapatkan porsi terbesar.

Disela-sela kegiatannya di Universitas Islam Attahiriyah Jakarta, Rini yang dikenal sebagai sosok perempuan muda dengan segudang aktifitasnya sebagai entreprenuer (wirausaha), dosen, motivator dan sekaligus ibu rumah tangga mengatakan bahwa peran perempuan dalam konteks pekerjaan dasawarsa terakhir, masih rentan untuk terpapar economic shocks.

Sekitar 26 persen pekerja perempuan adalah pekerja sektor rumah tangga dan sebagian besar adalah pekerja dengan keterampilan menengah hingga rendah, yang proporsinya mencapai 89 persen atau sekitar 43,8 juta jiwa.

“Bangsa ini butuh SDM yang unggul, berahlak luhur, dan kuat, sehingga perempuan baik sebagai pelaku usaha dan nantinya calon ibu, di lingkungan terkecil peran orang tua utamanya perempuan harus menjadi role model atas sikap dan perilaku yang memberikan keteladanan,” tutupnya. (Iwan/Natsir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here