Seminar ‘Peran Intelektual Dayak Dalam Pembangunan Nasional’, Tawarkan Intelektual Masuk Struktur Pemerintahan

0

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Rektor Universitas Palangkaraya, Dr. Andrie Elia, SE, MSi, mengungkapkan, bahwa saat ini banyak usulan dan masukan agar kader-kader intelektual Dayak yang tersebar di seluruh Indonesia dapat diakomodir untuk duduk di struktur pemerintahan pusat, seperti dalam penyusunan kabinet dan lain sebagainya.

Untuk hal itu, maka, kata Andrie, dilakukannya seminar. Seminar dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Intelektual Dayak Nasional (FIDN), dengan tema ‘Peran Intelektual Dayak Dalam Pembangunan Nasional’. Dilaksanakan di Gedung Balai Komando, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (23/8/2019).

Andrie, sebagai Ketua Panitia Nasional Seminar dan Rakernas mengharapka. suku Dayak dapat didudukan pada posisi-posisi strategis dalam struktur pemerintahan pusat.

Karena dalam momentum Seminar Nasional dan Rakernas, para intelektual Dayak bertemu dan berdiskusi tentang bagaimana strategi agar kualitas SDM masyarakat Dayak dapat ditingkatkan dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa, sehingga ketika diberikan amanat untuk bekerja bagi negara, dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan memiliki skill serta integritas yang baik.

Seminar ini sendiri diadakan, jelas Andrie, sebagai bagian dari agenda organisasi, yakni Rapat Kerja Nasional (Rakernas 1) yang selanjutnya akan menjadi agenda rutin organisasi setiap tahun.

Sedangkan peserta yang hadir merupakan para pengurus pusat, daerah, cabang, anggota dan simpatisan FIDN. Selain itu juga para undangan yang terdiri dari para mahasiswa, akademisi, kepala daerah, ASN dan lain sebagainya.

Kegiatan seminar akan secara khusus menyoroti atau membahas tentang wacana Pemindahan Ibukota Negara (IKN) dari Jakarta ke salah satu lokasi di Pulau Kalimantan untuk setiap sesi diskusi. Tema tersebut diambil berdasarkan keprihatinan dan masukan-masukan dari para tokoh masyarakat Dayak, terkait minimnya kiprah kader-kader Intelektual Dayak yang terlibat dalam posisi-posisi pengambil kebijakan tingkat nasional.

Hal ini menjadikan momentum pemindahan Ibukota sebagai harapan baru bagi kader-kader masyarakat Dayak untuk dapat berkiprah dalam Kabinet Kerja Jokowi atau posisi-posisi yang dapat menjadikan masyarakat Dayak merasa menjadi bagian dari penyelenggaraan negara.

Pasalnya, karena sejauh ini hampir nihil kader-kader masyarakat Dayak yang dilirik oleh penyelenggara negara untuk ikut berkiprah dan mengabdi untuk negara di level nasional.

Sementara Ketua Umum FIDN, Dr Yovinus MSi berharap agar hasil dari seminar dan Rakernas ini akan mampu menghasilkan pemikiran-pemikiran konstruktif dan bermanfaat bagi perkembangan masyarakat Dayak di segala bidang.

Momentum pemindahan Ibukota ke Kalimantan adalah inisiatif yang baik dari pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, karena akan mengurangi ketimpangan pembangunan dan membuka kesempatan bagi seluruh komponen bangsa untuk dapat berkontribusi untuk kemajuan NKRI termasuk masyarakat Dayak.

Dr Yovinus menghimbau agar agenda pemindahan ibu kota negara ke pulau Kalimantan dapat didukung sepenuhnya oleh masyarakat Dayak, karena akan menjadi sarana untuk
meningkatkan kualitas pembangunan di semua bidang serta kesempatan bagi kader-kader masyarakat Dayak untuk dapat berkiprah lebih besar untuk NKRI.

Dalam kesempatan itu, tidak kurang hadir 1000-an peserta Rakernas & Seminar. Termasuk kalangan anggota DPRD TK I dan TK II serta para Walikota dan Bupati se-Kalimantan. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here