Dirjen Udara RI Moderator dan Panelis Konferensi DGCA Ke-56 Kathmandu

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI, Polana B. Pramesti menjadi moderator sekaligus panelis The 56th Conference of Directors General of Civil Aviation (DGCA) Asia Pacific Region yang diselenggarakan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) Asia Pacific Regional Office di Kathmandu, Nepal 19-23 Agustus 2019.

‘Konferensi DGCA merupakan agenda penting yang akan menentukan arah kebijakan terkait isu-isu strategis di bidang penerbangan sipil yang meliputi aspek keselamatan, keamanan, regulasi, efisiensi, pelayanan maupun capacity building serta sebagai media pertukaran informasi maupun best practices perihal perkembangan teknis dan operasional penerbangan sipil baik dari perwakilan regulator maupun stakeholder dari negara-negara Asia Pasifik,” ungkap Agustuna Dani, Kabag Kerjasama Internasional, Humas dan Umum Ditjen Perhububgan Udara, Jumat (23/8/2019).

Dengan mengangkat tema “Harmonizing Efforts to Meet the Capacity Contrainst”, Dirjen Udara Polana menuturkan, latar belakang diangkatnya tema tersebut adalah untuk membahas terkait adanya sejumlah kendala yang dihadapi oleh regulator dan operator penerbangan sipil di kawasan Asia Pasifik sebagai dampak adanya pertumbuhan lalu lintas penerbangan yang sangat pesat di kawasan tersebut.

“Kendala-kendala tersebut meliputi aspek keselamatan, keamanan, pelayanan dan sejumlah kendala terkait lainnya yang memerlukan adanya upaya kerjasama dan harmonisasi di antara negara-negara anggota ICAO,” jelas Polana, seraya menyebutkan diperlukan adanya upaya kerjasama dan hamonisasi di antara negara-negara anggota ICAO selaku regulator penerbangan dan organisasi penerbangan sipil untuk mewujudkan kemajuan penerbangan sipil yang selamat, aman, ekonomis dan berkeseinambungan di kawasan Asia Pasifik.

Dikatakan Polana, dalam konferensi ini Indonesia merupakan satu-satunya negara dari 39 negara anggota ICAO yang didaulat sebagai perwakilan regulator penerbangan sipil di kawasan Asia Pasifik. ICAO telah mengidentifikasi bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan kontribusi yang signifikan terhadap tingginya pertumbuhan penerbangan sipil di kawasan Asia Pasifik.

Polana mengemukakan, dirinya bertindak sebagai moderator pada agenda pembahasan dengan tema utama “Harmonisasi Langkah-langkah Penanggulangan Kendala Kapasitas di Kawasan Asia Pasifik” dan sebagai panelis pada diskusi high level discussion panel dimana agenda item ini diselenggarakan melalui kolaborasi ICAO dan FAA.

“Dipilih sebagai moderator dan panelis oleh ICAO dan FAA, dikarenkan pengalaman dan kompetensinya pada posisi senior manajemen di bidang navigasi penerbangan dan manajemen bandar udara, dan diharapkan agar dapat menyampaikan penjelasan mengenai permasalahan di bidang penerbangan sipil yang dihadapi Indonesia, terutama terkait dengan kapasitas dan langkah langkah yang diambil Indonesia untuk mengatasi permasalahan tersebut,” tambah Polana. (Yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here