Petugas Kemanusiaan Jadi Sasaran Serangan Militer di Suriah

0
Kendaraan Petugas Kemanusiaan diserbu militer.

BERITABUANA.CO, IDLIB – Memasuki halaman organisasi sukarelawan White Helmets di Bab al Hawa terasa seperti bengkel logam dengan kendaraan termasuk ambulans sempit di sana-sini. Semua kendaraan tidak rusak oleh kecelakaan itu, tetapi menjadi sasaran serangan militer saat melakukan pekerjaan bantuan di Suriah utara, yang menyebabkan hampir empat juta pengungsi perang.

Wakil Direktur White Helmets, Munier Mustafa dalam sebuah wawancara dengan Utusan baru-baru ini berpartisipasi dalam Misi Kemanusiaan Syria Care 10.0, mengatakan pekerja sukarela dan kemanusiaan tidak luput dari target krisis di Suriah. Semuanya terkena bahaya serangan, terutama serangan pesawat militer.

“Padahal White Helmets, diciptakan untuk membantu para korban perang di Suriah, termasuk memperbaiki fasilitas dasar yang rusak,” katanya.

Selain ambulans untuk membawa orang yang terluka ke perawatan, lanjut Munier, White Helmets juga memiliki fasilitas seperti buldoser, truk darat dan sejumlah kendaraan lain yang digunakan untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat pemboman.

“Kami juga akan memastikan bahwa fasilitas umum yang rusak akibat perang diperbaiki. Namun, itu menjadi lebih sulit karena juga ditargetkan oleh serangan rezim dan menyebabkan mesin mogok,” keluhnya.

Di perbatasan Turki ini, menuut Munier ada hampir empat juta pengungsi yang hidup tanpa fasilitas dasar. Karena itu, pihaknya berusaha memberikan yang terbaik yang mereka bisa untuk para pengungsi, terutama untuk memperbaiki fasilitas yang rusak dan sebagainya.

Munier mengatakan bahwa melalui fasilitas mereka, mereka membantu menyediakan tenda bagi para pengungsi termasuk fasilitas dasar seperti air dan jalan.

“Sekarang mereka berjuang karena sebagian besar peralatan dan kendaraan mereka rusak oleh pemboman,” ucapnya.

Dia mengatakan situasi pengungsi Suriah semakin buruk sekarang karena jumlah mereka meningkat setiap hari dan tentu saja, masalah baru meningkat.

“Masalah pengungsi belum terpecahkan, para pengungsi baru telah tiba, yang membuat kamp-kamp pengungsi di Suriah utara yang berbatasan dengan Turki sangat buruk. Mereka tidak memiliki sumber daya dan butuh bantuan terutama pada akhir musim dingin tahun ini,” pungkas Munier. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here