Krisis Kemanusiaan Enam Juta Pengungsi Suriah

0
Nasib pengungsi Suriah.

BERITABUANA.CO, SURIAH – Sejak pecahnya perang di Suriah pada tahun 2011, telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di Asia Barat ketika orang-orang tak berdosa terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka dan menjadi pengungsi di negara-negara tetangga.

Meskipun tujuh tahun telah berlalu, krisis kemanusiaan perang Suriah yang melibatkan pasukan pemerintah Bashir Al Asad dan kelompok-kelompok oposisi meningkat ketika jumlah pengungsi bertambah setiap hari.

Sekitar enam juta dari mereka tinggal di kamp-kamp pengungsi di perbatasan negara-negara tetangga, terutama Turki, Yordania dan Libanon. Tetapi beberapa dari pengungsi ini datang ke Irak untuk mencari perlindungan setelah kota kelahiran mereka dibom.

Menurut wakil direktur agen kemanusiaan Helm Putih yang beroperasi di Suriah utara, Munier Mustafa, secara keseluruhan ada lebih dari enam pengungsi di Suriah. Jumlah terbesar, katanya, adalah untuk tinggal di dekat perbatasan Turki, yaitu sekitar empat juta orang.

“Krisis kemanusiaan yang melibatkan para pengungsi Suriah masih berlangsung. Sementara nasib para pengungsi belum berkelanjutan, para pengungsi baru juga datang dengan berbagai masalah,” katanya kepada Utusan ketika bertemu di Misi Kemanusiaan Peduli 10.0 Suriah di Suriah.

Menurut Munir, masalah yang paling penting adalah fasilitas dasar bagi para pengungsi, terutama anak-anak. Dia mengatakan sebagian besar dari mereka tinggal di tenda-tenda miskin yang tidak dapat melindungi diri mereka jika terjadi cuaca ekstrem.

“Bayangkan ketika musim dingin tiba akhir tahun ini, bagaimana mereka ingin melindungi diri dari cuaca dingin yang kadang-kadang bisa mencapai negatif 10 derajat Celcius,” katanya.

Terus terang, ada lembaga bantuan yang telah ditarik dari membantu pengungsi Suriah karena mereka merasa ada cukup atau apa yang terjadi sekarang hanya dalam konflik internal Suriah.

“Beberapa telah menarik diri dari tekanan politik oleh pemerintah,” katanya seraya menambahkan bahwa masalah kemanusiaan yang melibatkan pengungsi Suriah masih jauh dari selesai.

Dia mengatakan mereka masih membutuhkan bantuan dan dukungan, terutama dalam bentuk fasilitas dasar untuk memulai kehidupan baru setelah melarikan diri dari kota asal mereka karena perang.

Kehadiran lembaga kemanusiaan Malaysia seperti Syria Care, katanya, sangat membantu para pengungsi, terutama ketika Syria Care terlibat dalam penyediaan sekolah dan fasilitas pendidikan.

“Di sini mereka tidak punya sekolah. Mayoritas anak-anak pengungsi tidak bersekolah. Jadi, jika ada yang menawarkan sumbangan sekolah dan pendidikan semacam ini, sangat membantu para pengungsi ini untuk memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here