Teliti Kompetensi Sosiolinguistik, Alumni Uhamka Ini Diganjar Gelar Doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris

0
Edi Ramawijaya Putra, anak pertama dari Alm, Soeharto dan Karsinah. (Foto: Natsir)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Melakukan penelitian di bidang linguistic memimiliki tantangan tersendiri. Edi Ramawijaya Putra, anak pertama dari Alm. Suharto dan Karsinah mengatakan, kecintaan dan passion-nya dalam bidang Englsih Pedagogy, isu-isu sosiolinguistik dalam pembelajaran bahasa, TEFL dan telaah kurikulum pendidikan bahasa inggris sebagai bahasa asing di Indonesia membuat dirinya sangat menikmati dengan penelitian tersebut.

Hal ini disampaikan Edi Rama, sapaan akrabnya kepada beritabuana.co di Jakarta, Kamis (15/08/2019) yang nanti pada Jumat mendatang, 23 Agustus 2019 sebagaimana tertulis dalam undangan Rektor Unika Atma Jaya Jakarta bahwa promovendus Edi Ramawijaya Putra akan diuji terbuka karena telah menyelesaikan tahapan penulisan disertasinya.

“Topik kompetensi sosiolinguistik (sociolinguistic competence) menjadi pilihan investigasi sebagai prasyarat akhir pemrolehan strata tertinggi program akadmik” kata Edi.

Edi Rama yang merupakan mahasiswa lulusan program pascasarjana Uhamka pada tahun 2011 ini mengaku bahwa tahapan penulisan disertasi ini sangat panjang dan rumit.

Lanjutnya, tahapan yang paling sulit adalah seminar hasil, karena tahapan ini kandidat doktor harus mampu menjawab pertanyaan penelitian dengan hasisl analisis data yang komprehensif. Tidak cukup itu, mahasiswa juga harus menuliskan hasilnya ke dalam draf disertasi yang diuji oleh panel penguji dengan kuantitas minimal 200 halaman isi.

“Tahapan penulisan disertasi ini sangat panjang dan rumit,” aku Edi.

Saat ditanya perihal manfaat dari penelitian yang ditulis, Edi Rama membeberkan, Implikasi dari penelitian ini adalah masukan konstruktif bagi guru, siswa, sekolah, pemeritah dan semua stakeholder bahasa inggris untuk memperhatikan kembali aspek capaian pembelajaran yang harus dicapai dengan proses belajar bahasa inggris yang memadai dan kekinian.

Pria, kelahiran Lombok 1985 ini mengungkapkan keinginannya untuk menlajutkan post-doctoral pada bidang pendidikan di luar negeri.

“Mohon doa dari semua teman-teman agar bisa melanjutkan post-doktoral di Finlandia” pintanya.

Terkait alasan memilih bidang pendidikan karena bagi Edi Rama potongan disiplin pendidikan dan bahasa inggris ini sangat erat. Gelar doktor linguistik terapan yang dirasakannya sudah cukup untuk menyelami “learn about English” oleh karennya, Education science perlu didalami kembali. (Natsir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here