Ronny F. Sompie, Dirjen lmigrasi dengan Segudang Penghargaan

TAK henti-hentinya melakukan inovasi di bidang pelayanan publik serta secara totalitas mendedikasikan hidupnya mengabdi untuk negeri tercinta, Direktur Jenderal lmigrasi Kemenkumham RI Dr Ronny F. Sompie, mendapatkan penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Joko Widodo.

Ronny, bersama sejumlah tokoh lainnya menerima gelar tanda kehormatan tersebut dari Presiden Joko Widodo dalam upacara di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/9) Siang. Penghargaan ini dibagi dalam beberapa kategori di antaranya, Bintang Mahaputra Utama, Bintang Mahaputra Nararya, Bintang Jasa Utama, Bintang Jasa Pratama, Bintang Jasa Nararya dan Bintang Budaya Parama Dharma.

Pemberian penghargaan Bintang Jasa Utama kepada Ronny Sompie, sepertinya didasarkan pada kinerja dan pengabdian yang luar biasa sebagai Dirjen Imigrasi RI. Sebab pria asal Desa Sukur, Kec. Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut, sejak dilantik sebagai Direktur Jenderal lmigrasi 10 Agustus 2015 terus melakukan berbagai inovasi pelayanan di jajaran lmigrasi. Ronny memotong rantai birokrasi dan mengubah mindset ASN di lingkup lmigrasi agar melayani masyarakat dengan hati. Pegawai yang masih mempertahankan budaya dilayani bukan melayani diminta segera minggir. Ternyata ajakan Ronny, mendapat respons positif dari bawahan baik di Ditjen Imigrasi sampai kantor-kantor lmigrasi di daerah-daerah.

Layanan paspor dan visa berbasis internet (medsos) seperti instagram, twitter serta FB, WA bahkan SMS menjadikan lmigrasi menjadi instansi yang pelayanannya cukup baik.
Terbukti, pada 24 Oktober 2018 Ronny, mendapat penghargaan Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo. Penghargaan lainnya, dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait pelayanan haji, kemudian dari Menlu Retno Marsudi tentang perlindungan Pekerja Migran lndonesia (Hassan Wirayuda Award) dan dari Menkumham Yasonna Laoly sendiri karena membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora).

Walaupun telah menerima berbagai penghargaan dari kementerian sosok suami Diyah Iswarini ini tetap merendah.

“Penghargaan Bintang Jasa Utama ini, memang merupakan kebanggaan tersendiri. Tapi penghargaan ini justru menjadi triger bagi saya untuk bekerja lebih giat. Apalagi penghargaan ini berkat dukungan rekan-rekan di semua level di jajaran lmigrasi,” tutur Ronny kepada www.beritabuana.co, semalam.

Menurut mantan Kapolda Bali ini, ia berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo, yang telah memberikan penghargaan Bintang Jasa Utama kepadanya. Ronny juga berterima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah memberikan suport, sehingga ia bekerja semaksimal mungkin.

Ronny F. Sompie, salah satu tokoh asal Kawanua (Manado) memang sangat membanggakan orang Kawanua dengan pencapaian-pencapaian yang dia lakukan baik sejak masih berkiprah di institusi Kepolisian RI maupun saat 4 tahun terakhir memimpin Direktorat Jenderal lmigrasi Kemenkumkam RI.

Pria bergelar doktor ilmu hukum ini memang telah banyak memberikan sumbangsih dan kontribusi positif saat memimpin satuan atau direktorat reserse di korps baju coklat (Polri). Dedikasinya dalam tugas di Kepolisian RI telah mendapat apresiasi pimpinan Polri. Hal ini terbukti, Ronny baru-baru ini ikut dilepas Kapolri Tito Karnavian, bersama sejumlah Pati Polri menjalani prosesi upacara purna bakti di lingkup Kepolisian, walaupun Ronny telah menjadi pejabat Aparat Sipil Negara (ASN).

Berkaitan dengan hal tersebut sejumlah tokoh Kawanua mempunyai ekspektasi dan keinginan agar prestasi yang melebihi panggilan tugas yang diberikan Ronny Sompie ini ke depan mendapat perhatian dari pemerintah khususnya Presiden Joko Widodo yang saat ini sedang menyiapkan tim kabinet di periode kedua pemerintahannya.

Seperti selalu diungkapkan Presiden Joko Widodo, programnya dalam periode kedua jabatannya akan lebih difokuskan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Tentu saja program Presiden Joko Widodo ini walaupun dalam lingkup atau skala kecil telah dilakukan Ronny Sompie di jajaran Ditjen lmigrasi selama 4 tahun terakhir. Akselerasi perubahan dalam sistem pelayanan publik di lmigrasi telah banyak mendapat apresiasi yang positif dari masyarakat lndonesia. Tentu saja capaian-capaian ini bisa menjadi pertimbangan tersendiri dari Presiden Joko Widodo untuk memilih pembantu-pembantunya yang punya kapasitas, kompentensi dan integritas. (Nico)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here