BERITABUANA.CO, JAKARTA – Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya meringkus Ketua Front Pemuda Muslim Maluku, Umar key bersama 3 anak buahnya berinisial AS dan ST serta pengedar narkoba berinisial EB. Umar Key diketahui sudah mengkonsumsi sabu sejak 2004.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono mengatakan, sudah diketahu petugas Umar mengkonsumsi sabu sejak tahun 2014. Penangkapan terhadap Umar Key dan 3 rekannya berdasarkan laporan dari masyarakat.

“Setelah kita mendapatkan informasi itu kita langsung melakukan penyelidikan dan hasilnya ada 3 orang di dalam kamar hotel Amaris, Senen, Jakarta Pusat sedang pesta narkoba,” ujar Argo kepada wartawan Kamis (15/8/2019).

Argo menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap Umat Key, bahwa barang haram itu dibeli melalui anak buahnya ke pengedar berinisial EB di Kramat Pulo, Jakarta Pusat.

“Jadi UK ini menyuruh AS beli sabu, kemudian AS menyuruh ST untuk beli ke EB. Jadi kedua anak buahnya ini adalah tangan kanannya UK,” ucap Argo.

Saat digrebek, polisi menyita barang bukti berupa sabu seberat 2,91 gram, alat hisap bong, handphone dan senjata api jenis revolver lengkap dengan 6 amunisi.

“Kita masih menyelidiki kasus kepemilikan senjata api ini dan ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro,” tegas Argo.

Sementara itu, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Dony Alexander mengatakan, sejak 2004 Umar Key sudah menggunakan sabu. Tapi 2015, dia sudah mulai ingin menjual. “Keinginan menjual ini masih kita dalami. Apakah cuma menjual atau sudah lebih jauh dari itu,” jelasnya.

Nah, untuk alasan menggunakan barang haram ini, kata Doni, UK mengaku untuk menjaga daya tahan tubuh dan juga untuk kesenangan semata.

“Hanya itu alasan dia, karena dia kan memiliki satu perusahaan jasa pengamanan. Dan kedua anak buahnya yang kami tangkap ini menjadi tangan kanan untuk mengatur perusahaan,” tutur dia.

Namun kasus ini masih dikembangkan oleh pihaknya, karena masih asa DPO satu orang berinsial IK. Ia diduga sebagai penyuplai ke EB saat ST membeli sabu.

“Jadi bukan terputus ke EB saja, kita masih periksa intensif untuk mengungkap atasnya lagi,” ucap Dony.

Saat ditanya apakah Umar Key juga seorang bandar Narkoba sejak 2015, Dony enggan berspekulasi dini. Sebab, semua itu butuh pembuktian yang konkrit untuk menetapkan Umar sebagai bandar narkoba.

“Kita tidak bisa berandai andai bandar kah, pengedar kah yang jelas dia minta AS dan ST untuk mencari barang. Kita tunggu saja hasil penyidikan. Kasih kami bekerja beri kami kesempatan untuk ungkap jaringan sampai ke atas,” tuturnya.

Sejak beberapa tahun terakhir, Umar Key terjun ke dunia politik. Hal ini terbukti saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu, Umar mendukung pasangan Calon Gubernur DKI Anies-Sandi.

Umar sendiri diakui oleh Dony tidak menutup kemungkinan kerap menggunakan sabu dengan para politkus. Meski begitu, ia perlu mendalami dengan menanyakan langsung kepada Umar Key.

“Kemungkinan bisa saja terjadi. Karena yang pertama mengarah ke bandar atasnya nih, lalu setelah itu kita kembangkan kesayap kanan kiri jaringan Umar Key. Di situ nanti kita bisa lihat apakah ada politikus atau tidak,” kata Dony.

Lebih lanjut Dony menyampaikan, Umar Key setiap membeli sabu kerap membagi ke beberapa rekannya. Hal ini yang membuat dirinya menduga ada juga politikus yang pernah pakai bareng dengan Umar Key.

“Kalau saya lihat sih, dia beli terus pakai sama temennya bagi-bagi gitu. Belinya pun kan ga pakai satu tangan doang pakai beberapa tangan,” ujarnya.

Umar Key Menyesal

Ditempat yang sama, Umar Key berkesempatan untuk berbicara dihadapan awak media. Umar Key mengakui semua perbuatannya dan juga menyesali telah gunakan narkoba.

“Saya mengaku telah bersalah menggunakan narkoba. Saya juga minta maaf kepada keluarga, rekan-rekan saya dan juga masyarakat Indonesia,” ungkap Umar dengan lesu.

Umar mengimbau kepada seluruh rekannya yang masih menggunakan narkoba untuk berhenti. Pasalnya, ia tidak ingin ada rekannya memiliki nasib seperti dirinya yang harus menjalani hidup di dalam penjara. Umar dijerat dengan pasal 112 dan pasal 114 tentang Narkotika. (Min)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here