Kemenhub Sosialisasi AIS di Dumai, Jelang Diberlakukan 20 Agustus

0
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha.

BERITABUANA.CO, DUMAI – Kurang dari seminggu jelang diberlakukan PM 7 Tahun 2019 tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) bagi kapal yang berlayar di Wilayah Perairan Indonesia, pada 20 Agustus 2019, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan sosialisasi kepada perusahaan pelayaran, instansi terkait dan stakeholder.

Demikian disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha saat sosialisasi terkait Telekomunikasi Pelayaran, terutama implementasi PM Nomor 7 tahun 2019, PNBP Jasa Kenavigasian, Jasa Telekomunikasi Pelayaran, Layanan Master Cable, VTS dan Telekomunikasi Pelayaran di wilayah kerja Disnav Kelas I Dumai, Riau, Kamis (15/8/2019).

“Setiap kapal berbendera Indonesia dan kapal asing yang berlayar di wilayah Perairan Indonesia wajib memasang dan mengaktifkan Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS),” tandasnya.

Kewajiban tersebut, menurut Arif diatur dalam Permenhub PM 7 Tahun 2019 tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis Bagi Kapal yang Berlayar di Wilayah Perairan Indonesia tertanggal 20 Februari 2019. Selanjutnya, Permenhub ini mulai berlaku pada tanggal 20 Agustus 2019.

Arif mengemukakan, untuk meningkatkan keselamatan pelayaran khususnya di wilayah perairan Pelabuhan Dumai, sesuai PM no 7 tahun 2019 setiap kapal diharapkan segera memasang Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS) pada semua kapal-kapalnya.

“Dengan memasang AIS di atas kapal keuntungan strategis yang didapat adalah meningkatnya kualitas dan kapasitas data-informasi yang dihasilkan stasiun Stasiun Radio Pantai (SROP) atau Stasiun Vessel Traffic Services (VTS) sebagai embrio penerapan e-navigation untuk pemanduan kapal,” ujarnya.

Dengan penggunaan AIS di atas kapal, lanjut Aif, selain bermanfaat untuk meningkatkan jaminan keselamatan pelayaran juga akan meningkatkan kapasitas data informasi serta memacu inovasi industri pendukung perkapalan untuk mendapatkan teknologi AIS dengan harga minimal.

Sementara itu, Kepala Distrik Navigasi Kelas I Dumai, Raymond Sianturi meminta agar semua operator kapal segera memasang AIS pada kapal-kapalnya, karena selain bermanfaat meningkatkan jaminan keselamatan juga akan memacu inovasi industri pendukung perkapalan serta riset untuk mendapatkan teknologi AIS dengan harga minimal.

Raymond menambahkan, adapun pengawasannya dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui shore base station, Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Stasiun Vessel Traffic Services (VTS) guna peningkatan keselamatan, keamanan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim. (Yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here