Pemerintah Korsel Akan Beri Penghormatan Kepada Eks Wanita Penghibur Korban PD II

Foto-foto wanita Korea Selatan korban Tentara Jepang.

BERITABUANA.CO, SEOUL – Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in mengatakan bahwa pemerintahnya akan meningkatkan upaya untuk meningkatkan kesadaran internasional tentang masalah perempuan Korea yang dipaksa menjadi budak seksual bagi militer Jepang selama Perang Dunia II.

“Pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk mengembalikan martabat dan kehormatan penghibur wanita Jepang,” kata Moon dalam sebuah pesan pada hari Rabu (14/6/2019) waktu setempat, untuk menghormati para korban.

Sejarawan mengatakan bahwa hingga 200.000 anak perempuan dan perempuan, sebagian besar warga Korea, menderita kesengsaraan yang secara resmi dikategorikan sebagai Korea Selatan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Masalah ini pertama kali dipublikasikan pada tanggal 14 Agustus 1991 melalui deskripsi historis tentang korban, penghibur perempuan, Kim Hak-sun, mengenai pengalamannya yang mengerikan.

Tahun lalu, pemerintahan liberal Bulan secara resmi menetapkan tanggal itu sebagai Perayaan Penghibur Wanita.

Moon mengatakan kegigihan Kim dan korban lainnya dalam mengungkap kesengsaraan mereka telah menyebabkan lebih banyak orang mengetahui kebenaran.

Sebagian besar korban telah berpartisipasi dalam demonstrasi yang diadakan di dekat Kedutaan Besar Jepang di Seoul setiap hari Rabu sejak 1992 mendesak Tokyo untuk meminta maaf secara resmi. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here