Negara Menuju ke Presidensialisme, Rakyat Hanya Hiasan

0

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Di Indonesia agak aneh. Menurut UUD 45, bahwa rakyat sebagai komponen utama pemegang kedaulatan. Tapi kenyataannya, apapun yang dilakukan rakyat dalam berbangsa dan bernegara, tetap yang bertanggung jawab atau menentukan adalah para elit politik. Demikian diungkapkan

Pakar Hukum Tata Negara, Margarito dalam acara Dialog Kenegaraan “Langkah Demokrasi Republik Indonesia Setelah Usia ke 74 ?” di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

“Kita tidak bisa bicara apapaun mengenai demokrasi, dan saya suka apa yang dibilang bapak Mardani terakhir. Apapun yang mau kita buat, elite yang bertanggung jawab,” tandas Margarito.

Margarito menyebut, rakyat yang disebut dalam UUD, dan dimana-mana demokrasi rakyat  sebagai komponen utama yang memegang kedaulatan. Tapi di dalam kenyataan, rakyat  cuma berdaulat dalam kurang lebih  tiga sampai lima menit. Selebihnya detail-detail berbangsa dan bernegara selesai. Sepenuhnya oleh Elite.

“Tetapi saya mau bilang, kalau kita cek kecenderungan dunia dan kecenderungan yang sedang terjadi di Indonesia hari ini adalah upaya kita sedang  menciptakan super presidensialisme. Bukan sekedar  presidensial,” papar Margarito,

Apalagi kalau tinggal PKS sendiri yang di luar pemerintahan. Pasti semua didefinisikan oleh pemerintah. “Jangan hanya bicara tentang checks and balances segala macam. Omong kosong,  gak ada checks and balances. Apalagi desain kelembagaan pembentukan undang-undang kita seperti sekarang,” tukasnya.

Apalagi, lanjut Margarito, DPD yang sekarang, DPR seluruh kekuatan politik merapat ke pemerintah (kecuali PKS). Ini artinya, para elite politik sedang menciptakan super presidensialisme. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here