IPW Minta Polda Sultra Bekerja Keras Tangkap DPO Komisaris PT DTGP

Neta S Pane

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua Presidium Indoensia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengakui untuk mencari dan memburu buronan, atau seseorang tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) bukan pekerjaan mudah. Karena itu diperlukan keseriusan dan kerja keras polisi untuk menangkap DPO.

“Untuk mencari dan memburu DPO memang bukan pekerjaan mudah. Saya berharap polisi serius untuk mencari, memburu, dan menangkap sang DPO,” kata Neta Pane saat diwawancarai terkait pemburuan seorang wanita berinisial RM yang menjadi buronan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

RM buronan dalam perkara tindak pidana penipuan terkait joint operasional pertambangan di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sultra, penyidik Polda Sultra telah merampungkan berkas berita acara perkara (BAP) yang dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, pada 15 Juli 2019 lalu.

“Keseriusan polisi memburu buronannya ini agar tidak ada persepsi lain dari masyarakat tentang penegakkan hukum, sehingga tidak muncul tudingan-tudingan negatif terhadap polisi. Polri perlu bekerja keras agar DPO tersebut bisa tertangkap,” ucap Neta.

Diketahui, Polda Sultra saat ini tengah memburu RM terkait Laporan Polisi Nomor: LP/193/IV/2018 SPKT Polda Sultra tanggal 6 April 2018, Direktur PT Duta Nikel Indonesia (DNI), Theo Lay Yong alias Michael melaporkan Komisaris PT Duta Tambang Gunung Perkasa (DTGP) berinisial RM atas dugaan tindak pidana penipuan terkait joint operasional pertambangan dengan dugaan melanggar pasal 378 KUHP.

Setelah penyidik merampungkan laporan Direktur PT DNI terhadap tersangka RM dalam kasus penipuan dan penggelapan duit milik PT PT DNI senilai Rp3,7 miliai, dan dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, pada 15 Juli 2019.

Bersamaan dengan itu, tersangka RM yang belum diketauhi keberadaanya membuat Polda Sultra menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap RM.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhart, mengungkapkan penyidik telah berupaya melakukan penjemputan terhadap tersangka di kediamannya di Apartemen Taman Rusunawa Kelurahan Menteng, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Kamis 11 Juli 2019 lalu.

Namun, upaya penjemputan yang dilakukan dengan surat perintah tugas dan surat perintah membawa dan menghadapkan RM guna penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap 2) ke Kejati Sultra tersebut gagal. (Rls)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here