Darul Siska Minta Petinggi Golkar Sadar dan Utamakan Masa Depan Partai

Darul Siska, Politisi Golkar.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua Korbid Kepartaian DPP Partai Golkar Darul Siska menengarai polemik waktu Munas Partai Golkar terjadi, karena ada pihak-pihak yang mengutamakan kepentingan meraih kekuasaan dan jabatan, ketimbang masa depan partai.

“Yang ingin penyelenggaraan Munas Golkar pada bulan Desember 2019, sangat berkepentingan untuk menentukan calon menteri yang diusulkan kepada Presiden, menentukan calon pimpinan MPR, pimpinan DPR dan pimpinan Alat Kepentingan Dewan di DPR RI,” kilah Darul Siska, dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi beritabuana.com di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Darul Siska menyebut, tidak ada ketentuan yang mengatur secara tegas mengenai waktu pelaksanaan Munas. Tetapi yang pasti keputusan Munaslub tanggal 20 Desember 2017 menyebut masa bakti kepengurusan DPP Partai Golkar 2014-2019. “Dengan demikian, sudah wajib hukumnya penyelenggaraan Munas dilaksanakan tahun 2019. Perbedaan pandangan tentang waktu penyelanggaraan Munas Partai Golkar itu dilatarbelakangi oleh kepentingan masing-masing,” tambahnya.

“Jadi, saya berpandangan bahwa membicarakan waktu Munas tidak semata-mata terkait dengan pergantian atau pemilihan Ketua Umum dan kewenangan Munas lainnya,” katanya.

Sementara, menurut Darul, pihak yang ingin Munas lebih cepat atau sebelum Oktober berkepentingan agar terjadi konsolidasi mesin partai di tingkat provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa yang perlu diselesaikan segera guna mengantisipasi Pilkada yang bakal digelar September 2020.

“Kalau Partai Golkar tidak segera konsolidasi total dari pusat ke desa, sangat mungkin tokoh-tokoh/pimpinan Partai Golkar tidak percaya diri atau ragu untuk dicalonkan oleh Partai Golkar pada Pilkada yang akan datang,” tandas politisi senior partai berlambang pohon beringin ini.

Jika saja para petinggi Golkar sadar dan mengutamakan kepentingan partai yang lebih besar untuk masa datang, diyakini Darul kalau perdebatan waktu pelaksanaan Munas tidak perlu menyita energi.

“Solusinya sangat mudah yaitu DPP Partai Golkar segera melaksanakan Rapat Pleno, disitu disepakat waktu Rapimnas dan Munas menjelang Oktober 2019, dan disepakati bersama bahwa Pengurus DPP sekarang diberi kewenangan penuh untuk menentukan calon Menteri, calon pimpinan MPR, DPR, dan AKD di DPR RI,” jelas Darul Siska.

Dengan demikian, ungkapnya, kepentingan jangka pendek pengurus DPP sekarang terpenuhi dan tuntutan aspirasi untuk kebutuhan partai yang lebih besar guna menyongsong dan memenangkan calon-calon Partai Golkar pada Pilkada tahun depan juga terjawab, demikian Darul Siska. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here