“Kerajaan Lamajang”, Kerajaan Islam Tertua di Indonesia Setelah Samudera Pasai

BERITABUANA.CO, LUMAJANG- Di Nusantara kita mengenal kerajaan Islam tertua adalah kerajaan Samudra Pasai atau Kerajaan Samudera Darussalam atau Kesultanan Pasai yang terletak di pesisir utara pulau Sumatera atau persisnya di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara Provinsi Aceh. Kerajaan ini dibangun oleh Nazimuddin Al Kamil atau Marah Silu yang bergelar Sultan Malik as-Saleh pada abad ke-13 tepatnya pada tahun 1267 Masehi.

Namun, di Jawa, bukan Demak, tapi Kerajaan Lumajang lah Kerajaan Islam Tertua di Pulau Jawa.

Dalam berbagai sumber, Demak disebut pelopor pertama penyebaran Islam di Jawa dan Nusantara denga salah satu peninggalannya Masjid Agung Demak. Meski tak lama yaitu pada tahun 1475 -1548, Demak tercatat dalam sejarah kita sebagai Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Proses lahirnya Demak pun dilatar belakangi konflik. Raden Patah memerangi Ayahnya Brawijaya V (Raja Majapahit terakhir) agar masuk Islam.

Kata Sejarawan NU, Agus Sunyoto dalam Bukunya Atlas Wali Songo, Juni 2016 lalu. Lantas bukti sejarah apa yang bisa meluruskan?. Agus dalam Buku Atlas Wali Songo menyatakan Kerajaan Lumajang berdiri awal abad 12

Pada sekitar tahun 1250 seorang seorang ulama Persia bernama M Syekh Abdurrahman Assyaibani sampai di Kerajaan Lumajang. M Syekh Abdurrahman Assyaibani diperintahkan oleh raja pertama dari Kesultanan Turki Usmani, Amir Ghazi menyebarkan ajaran Islam ke wilayah timur atau Nusantara pada tahun 1230-1281.

Di daerah Lumajang lah M Syekh Abdurrahman Assyaibani pertama kali menyebarkan agama islam. Di Lumajang inilah dia banyak berinteraksi sehingga banyak masyarakat disana memeluk agama Islam. Kekuasaan kerajaan Lumajang sendiri mencakup Probolinggo hingga ke timur sampai Banyuwangi dan nama kerajaan ini sering disebut dengan kerajaan Lamajang Tigang Juru.

Kedekatan Syekh Abdurrahman Assyaibani dengan Raden Arya Wiraraja membuatnya menjadi penasihat penguasa Lumajang. Bahkan makam Arya Wiraraja dan sejumlah senopati Kerajaan Lumajang berdekatan dengan makam Syekh Abdurrahman Assyaibani. Sehingga konon sebagian warga di sekitar makam Arya Wiraraja menyakini jika mantan Adipati Sumenep ini telah memeluk Agama Islam di akhir hayatnya dengan bimbingan langsung dari Syekh Abdurrahman Assyaibani.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengungkapkan Nama Syekh Abdurrahman Assyaibani memang kurang dikenal oleh masyarakat awam, namun ulama besar ini ternyata merupakan salah satu penyebar agama Islam pertama di tanah Jawa, khususnya di Lumajang, Jawa Timur.

“Dan ternyata, kerajaan Lamajang tigang juru yang merupakan kerajaan Islam pertama di pulau jawa. Islam masuk ke kerajaan Lamajang pada tahun 1250 sedangkan kerajaan Demak yang berbasis Kerajaan Islam berdiri pada tahun 1475,” katanya.

“Dengan temuan situs purbakala beserta artefak-artefak di Situs Biting telah menguak keberadaan Kerajaan Lumajang sebagai Kerajaan Islam tertua di Pulau Jawa,” ungkap Arsal.

Prabu Arya Wiraraja

Terpisah, dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI Ke-74, Kapolres Lumajang bersama pejabat utama dan para Kapolres jajaran Polres Lumajang melakukan ziarah ke makam Prabu Arya Wiraraja.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, SH, SIK, MM, MH menyampaikan Lumajang memiliki sejarah besar karena dulunya merupakan pusat kerajaan yang membawahi wilayah Lumajang, Jember sampai bayuwangi.

“Saya ingin masyarakat Lumajang tahu akan kehebatan wilayahnya. Lumajang dulu pernah dikenal, pernah menjadi pusat kerajaan serta kebudayaan diatas situs biting yang kita injak sekarang. Dahulu saat masih berjaya, terbangun benteng sepanjang 10 kilometer dengan tinggi 10 meter sebagai pusat kotanya. Hal tersebut mengindikasikan dulunya Lumajang sangat berkembang. Tapi sayang, banyak pemudanya tak menghiraukan sejarah tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, pria lulusan Akpol 1998 menceritakan tentang sejarah Kerajaan Lamajang Tigang Juru dan kehebatan Prabu Arya Wiraraja “Arya Wiraraja adalah seorang ahli strategi perang. kehebatannya lah yang membuat raden wijaya (raja majapahit) meminta tolong saat kerajaan singosari ditaklukkan oleh Jayakatwang (raja kadiri)”

Lanjut Arsal, Dulunya Raden Wijaya merupakan salah satu patih di kerajaan Singosari yang diperintahkan oleh Prabu Kertanegara (Raja Singosari) untuk melawan pemberontakan jayakatwang.

Jatakatwang adalah Bupati Gelanggengang (kini Madiun) yang pada tahun 1292 memberontak dan meruntuhkan kerajaan Singosari. Ia kemudian mendirikan kerajaan Kadiri. namun hanya bertahan sampai tahun 1293. Sebelumnya Gelanggengang merupakan salah satu kadipaten dibawah kerajaan singosari”

“Raden wijaya yang terdesak kemudian melarikan diri bersama 15 pasukannya ke sumenep untuk meminta bantuan Arya Wiraraja. arya wiraraja yang dikenal sebagai ahli strategi perang, siap membantu raden wijaya dengan perjanjian apabila memenangkan peperangan, maka mereka akan membagi dua wilayah kekuasaan dipulau jawa,” ungkapnya.

Singkat cerita, pasukan raden Wijaya yang dibantu oleh Arya Wiraraja menaklukan kerajaan Kadiri yang dipimpin oleh Jayakatwang sehingga raden Wijaya mendirikan kerajaan bernama Majapahit. “Sesuai perjanjian sumenep antara raden wijaya dan arya wiraraja terjadi pembagian wilayah kekuasaan dipulau jawa,”

Arsal Melanjutkan bahwa Raden wijaya mendirikan kerajaan Majapahit yang menguasai wilayah barat yang wilayahnya meliputi wilayah-wilayah Malang (bekas kerajaan Singosari), Pasuruan, dan wilayah-wilayah di bagian barat sedangkan Prabu Arya Wiraraja yang di sebut juga prabu Minak Koncar I, mendirikan kerajaan Lamajang Tigang Juru di wilayah timur.

“Kerajaan Lamajang Tigang Juru ini sendiri menguasai wilayah seperti Madura, Lamajang, Patukangan atau Panarukan dan Blambangan (Bayuwangi)”

Dari pembagian bekas kerajaan Singosari ini kemudian kita mengenal adanya 2 budaya yang berbeda di Provinsi Jawa Timur, dimana bekas kerajaan Majapahit dikenal mempunyai budaya Mataraman, sedang bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru dikenal dengan budaya Pendalungan (campuran Jawa dan Madura) yang berada di kawasan Tapal Kuda sekarang ini.

“Pusat pemerintahan kerajaan Lumajang Tigang Juru berada di Biting. Biting sendiri berasal dari kata benteng, sesuai pengucapan suku Madura disebut Biting. Situs biting saat ini berada di desa Kutorenon, Sukodono, Lumajang. Situs biting merupakan salah satu tinggalan sejarah kerajaan yang memiki kebesaran pada jaman dahulu,” paparnya.

Sejarah kerajaan Lamajang tigang Juru dan kehebatan seorang Prabu Arya Wiraraja akan saya ulas lengkap di channel youtube arsalsahban, untuk memudahkan para pemuda lumajang mengetahui kehebatan sejarah wilayahnya,” tutup Arsal. (Ars)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here