Qurban, Bukti Keimanan Seorang Hamba

by -
Hadi Pratikto S.Pd M.Pd. (Foto: Natsir)

BERITABUANA.CO, CIREBON – Berqurban memiliki makna keikhlasan dan totalitas pengorbanan dari seorang hamba. Selain itu, kata Qurban yang berarti kedekatan, hanya orang yang dekat dengan Allah yang akan memberi yang terbaik dan orang yang dekat dengan Allah akan selalu merasa melihat Allah atau dilihat oleh Allah.

Hal ini disampaikan oleh keluarga besar Miska dan Hayati saat melaksanakan penyembelihan hewan qurban bersama warga Desa Waruroyom Cirebon, Jawa Barat, Minggu (11/8/2019) kemarin.

Hadi Pratikto S.Pd M.Pd, putra tertua dari keluarga Miska dan Hayati yang merupakan Guru SMK Negeri Jamblang Cirebon, Jawa Barat, mengatakan qurban kali ini keluarganya bersyukur kepada Allah SWT., karena dapat kesempatan kembali melakukan tradisi berqurban sapi bersama warga setempat.

Baginya, berqurban tidak semata-mata mempersembahkan sapi atau kambing tapi plejaran terpenting dari qurban ini adalah bukti keimanan seorang hamba yang akan mengantarkan kepada kepasrahan total kepada Allah SWT.

“Kondisi ini sama halnya dicontohkan dengan kisah Nabi Ibrahim dan keluarga yang kemudian menjadi Syariat Haji dan Qurban bagi umat Muhammad saat ini,” tuturnya.

Keluarga Besar Miska dan Hayati, Desa Waruroyom Cirebon, saat merayakan Hari Raya Idul Adha. (Foto: Natsir)

Hadi pratikto mengisahkan sejarah keimanan dan kepasrahan total kepada Allah dimulai ketika Nabi Ibrahim bersama sayyidah Hajar diperintahkan pergi ke Mekkah sebuah tempat yang gersang tidak ada apapun. Tatkalah Ismail kemudian menangis kehausan, sayyidah Hajar berlari kecil dari bukit shafa dan Marwah sebagai bentuk ikhtiyar terbaik yang mungkin dilakukan. Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam bentuk ritual ibadah sa’i dalam haji.

Puncaknya adalah tatkalah Nabi Ibrahim diuji untuk menyembelih putra yang paling disayanginya, syetanpun mengganggu Nabi Ibrahim; Nabi Ibrahim kemudian melempar dengan batu; pelemparan ini kemudian kita kenal dengan lempar jumrah; akhirnya; ujian keimanan dan kepasrahan ini diganti dengan seekor kambing besar oleh Allah, dan ibadah ini sekarang kita rayakan dengan sebutan hari raya idul adha atau hari raya qurban.

Lanjut hadi, dari kisah ini, perayaan Qurban hari ini mempunyai makna sebagai pesta bagi orang-orang yang percaya sepenuhnya kepada Allah sehingga dia pasrah total dengan mengorbankan yang terbaik yang Allah berikan kepadanya.

“Hari ini dan tiga hari tasyriq kemudian, mereka megumandangkan dengan segenap suka cita bahwa Allah yang Maha Besar, tiada tuhan selain Allah dan segala puji hanya bagiNya.

Hadi yang dikenal dengan senyuman khasnya ini mengaku bersyukur kepada Allah SWT, hingga saat ini kedua orangtuanya Miska dan Hayati dalam keadaan sehat walafiat, begitupun dengan ke enam saudaranya Wawan, Andri Purwanti, Bambang, Aris dan Untung menjadi anugerah terbesar dalam hidupnya” tutup Hadi. (Natsir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *