Diduga Sudah ‘Terpengaruh’, Enzo Dinilai Tak Cocok untuk Taruna Akmil

BERITABUANA.CO, JAKARTA- “Enzo”, sebuah nama yang akhir-kahir ini menjadi perhatian publik. Kehebatannya sebagaimana yang dijelaskan oleh Danjen Akmil bahwa Enzo ngajinya hebat, agamanya bagus, dan dia bisa menguasai empat bahasa, antara lain bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman.

Akan tetapi, dari medsos sangat terlihat Enzo serta orang tuanya diduga ‘terpengaruh’ dengan perkembangan ekstrim kanan saat ini. Bahkan Menurut Analis Intelijen dan Keamanan Ridwan Habib baik Enzo maupun ibunya hanya terpapar populisme Islam, yang tengah menguat pasca Pilkada DKI tahun 2016.

Selama ini, setiap orang yang akan menjadi anggota TNI selalu melalui kegiatan Penelitian Khusus (Litsus). Salah satu kriteria dalam litsus yang paling mematikan adalah ‘Keterpengaruhan”, ke arah ekstrim kanan, ekstrim kiri dan ekstrim lainnya.

Dan untuk melihat keterpengaruhan itu tidak perlu sulit-sulit. Apa yang dilakukan oleh Enzo dan ibunya, itu adalah bukti ‘pengaruh perkembangan keadaan saat ini’ terhadap mereka. Bahkan itu diakui oleh Ridwan. Walaupun menurut Ridwan mereka hanya ‘terpapar’ tapi itu adalah bukti bahwa mereka ‘Telah Terpengaruh’.

Seberapa besar ‘keterpengaruhannya’? Tidak ada ukuran. Kecil atau besar sama saja. Namanya tetap ‘terpengaruh’.
Saya sependapat dengan pak Ridwan, Enzo bukan penyusup, tapi bagi bagi saya Enzo adalah orang yang ‘telah berada dibawa pengaruh’. Kata Laksda Purn Soleman Ponto mantan Kepala Bais yang juga Analis Pertahanan.

Sebagai pembanding, dalam seseoarang bisa tidak lulus test masuk hanya karena adik ibu atau adik bapak terpengaruh ekstrim kiri atau komunis. Apalagi kalau yang dinilai terpengaruh adalah orang tua, maka sudah pasti orang yang ikut test itu tidak akan lulus.

Hal ini seharusnya berlaku bagi Enzo, apapun alasannya, dia dan ibunya ‘Telah Terpengaruh’ dan hal ini haram hukumnya bagi TNI. Saya yakin sekali, ada calon lainnya tidak lolos karena ‘Keterpengaruhan’.

Semua calon taruna yang akan dididik di kawah Candradimuka Magelang harus bebas dari “Pengaruh” ekstrim kanan, kiri dan Ektrim lainnya. Mereka harus benar-benar bersih, sehingga mudah untuk membentuknya dan hasilnya akan baik.

“Ibaratnya makanan, kalau bahan yang akan dimasak itu sudah ‘cenderung asin’ misalnya, maka akan tidak enak kalau akan dijadikan manis. Karena itu bahannya harus betul betul tawar, tidak ada pengaruh dari asin atau dari manis,”.

Lalu, apakah hanya Enzo yang ngajinya hebat, agamanya bagus? Saya yakin masih ada juga calon lain yang ngajinya juga tidak kalah dengan Enzo. Lalu apakah hanya karena Enzo menguasai empat bahasa, lalu ‘Keterpengaruhannya’ diabaikan begitu saja?.

Harap diingat bahwa TNI dalam melaksanakan tugasnya ‘tidak memerlukan orang-orang yang dapat berbicara dengan empat bahasa’, karena TNI dalam melaksanakan tugasnya hanya akan “bicara dengan peluru”.

Ajang Coba-coba

Test masuk TNI janganlah dijadikan ajang coba-coba. Standart prosedur yang telah ada hendaknya dijalankan dengan sebaik-baiknya. Proses test masuk TNI telah disusun sedemikian rupa dengan menganust asas ‘ZERO TOLERAN’. Tidak ada toleransi sama sekali bagi hal-hal yang dapat berkembang kearah ekstrim.

Dengan demikian, menurut saya Enzo tidak cocok untuk jadi Taruna Akmil karena telah “Terpengaruh” perkembangan ekstrim kanan yang sedang berkembang saat ini.

Diketahui, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sisriadi menyebut pihaknya saat ini masih memeriksa dan mendalami informasi yang menyebutkan bahwa taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Zenz Ellie terindikasi simpatisan HTI.

“Jadi gini, yang masalah Enzo itu yah kami TNI sudah mendalami khusus yang ini yah, khusus masalah ini,” kata Sisriadi saat dihubungi melalui telepon, Rabu (7/8). (Nir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here