Kendala Kawin Kontrak WNI-WNA RRT Dibahas Imigrasi Pontianak

BERITABUANA.CO, PONTIANAK – Bahaya kawin kontrak bagi wanita lndonesia dengan WNA dari perspektif hukum lndonesia menjadi topik bahasan interaktif yang dilaksanakan Kantor lmigrasi Kelas TPI Pontianak, Kamis (8/8/2019) di Hotel Maestro, Pontianak.

Kakanwil Kemenkumkam Kalbar, Muhammad Yanis, membuka sekaligus menjadi nara sumber dialog interaktif tersebut.

Muhammad Yanis mengungkapkan, masalah, Kasus Pengantin Pesanan atau Cross Country Marriage/Mix. KBRI Beijing mempunyai 10 WNI yang menikah dengan WNA Tiongkok dari Provinsi Henan, 7 WNI saat ini berada di penempatan sementara KBRI Beijing sedangkan 3 orang masih bersama suami mereka. Sedangkan, sampai saat ini terdapat 13 WNI yang berada di shelter KBRI Beijing.

Dialog yang dihadiri perwakilan Yayasan Bhakti Suci, Majelis Adat Dayak, Majelis Adat Dewan Melayu, Serikat Buruh Migran lndonesia (SBMI) Kalbar, Disdukcapil Pontianak, Landak, dan Kubu Raya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan akademisi.

Moderator dalam dialog Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Kalbar, sedangkan nara sumber lainnya Direskrimum Polda Kalbar Kombes Veris Septiansyah serta Dekan FH Universitas Tanjung Pura Hasyim Azizurrahman. Dalam dialog tersebut diambil konklusi penyelasaian masalah, apabila proses perceraian terkendala maka dapat dipilih opsi deportasi dengan metode “voluntary departure” dan proses administrasi cerai dapat dilakukan secara inabsentia/pihak pemerintah meminta agar perceraian dilakukan sebelum WNI tersebut dipulangkan ke lndonesia.

Terdapat berbagai alasan terjadinya perceraian, salah satunya tidak diperbolehkannya WNI pulang ke lndonesia. Hukum perkawinan yang berlaku di Tiongkok memberikan hak yang sangat kuat kepada suami atas istri mereka sehingga menjadi titik lemah bagi WNI yang menikah secara resmi di sana untuk berpisah atau meminta cerai apabila tidak ada kasus kekerasan atau pemaksaan yang dibuktikan oleh pihak kepolisian setempat. (nico)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here