Ditangkapnya Nyoman Dhamantra Oleh KPK Jadi Gunjingan di Arena Kongres V PDIP

0
Politisi PDIP, Nyoman Dharmantra.

BERITABUANA.CO, SANUR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Nyoman Dhamantra ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Cengkareng, Kamis(8/8/2019) siang. Anggota Komisi VI DPR RI ini pulang lebih awal setelah mengikuti pembukaan Kongres V PDI P di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Bali.

Seperti diketahui, acara pembukaan kongres dimulai pukul 13.00 Wita dan selesai pukul 16.00 Wita, serta dibuka oleh Presiden Jokowi dan dihadiri sejumlah tamu pimpinan partai politik dan menteri kabinet kerja.

Berita penangkapan Dhamantra itu secara sayup-sayup beredar di arena kongres dan menjadi bahan perbincangan anggota partai ini.

Bahkan, dari pembicaraan yang dihimpun beritabuana.co, umumnya mereka terkejut dan menyesalkan kasus dugaan korupsi impor bawang putih oleh Dhamatra.

“Aduh, masak sih ditangkap pas lagi kongres begini? Ada apa? Waktu kongres lima tahun lalu, KPK juga menangkap anggota DPR PDI Perjuangan dan lebih celakanya, dia ditangkap di salah satu hotel dekat arena kongres,” ucap salah seorang kader PDI P yang sedang duduk ngobrol dengan rekannya di arena kongres.

Dalam pembicaraan mereka tersirat kekecewaan karena penangkapan oleh penyidik KPK justru bertepan dengan pembukaan kongres. Salah satu diantara mereka mengatakan setuju dengan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Tetapi yang membuat dia heran dan bertanya adalah waktu penangkapan tersebut.

“Kenapa itu orang ditangkap pas acara kongres ? Ada apa maksud KPK menangkap Dhamantra pas kongres PDI P,” kata dia bertanya dalam nada serius.

Tetapi, sebelum Dhamantra ditangkap di Bandara Soetta, penyidik komisi antirasuah itu telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu malam (7/8/2019) terhadap 11 orang di Jakarta. Salah seorang yang dijaring adalah orang kepercaan Dhamantra.

Menurut salah seorang kader PDI P, kasus dugaan korupsi Bali. Lalu pada pemilu legislatif (pileg) 2014 maju lagi sebagai caleg dan kembali lolos ke Senayan. Namun padi pileg 2019 lalu, dia tidak ikut caleg.

“Saya dapat kabar, dia tidak nyaleg karena tidak dicalonkan lagi DPD PDI P Bali,” kata dia sambil menambahkan, impor bawang putih yang menyeret Nyoman Dhamantra telah menodai acara Kongres V PDI P.

Dia juga menyesalkan Dhamantra karena tidak mendengar nasehat Megawati Soekarnoputri. Pasalnya, ketua umum DPP PDI P itu selalu mengingatkan semua kader partai, baik anggota legislatif maupun pejabat eksekutip mulai dari pusat sampai daerah supaya menghindari suap menyuap.

“Ibu Mega setahu saya sudah berulang ulang berpesan kepada semua kadernya untuk menjauhi korupsi. Eh, sudah diingatkan, masih ada lagi yang ditangkap KPK,” tambah dia.

Rekannya yang lain bercerita, secara materi Dhamantra sebetulnya sudah berkecukupan, sehingga tidak perlu lagi berbuat penyimpangan.

“Dia sudah kaya lho. Jadi buat apalagi menerima suap. Ini, Rp 2 miliar aja masih diambil, buat dia uang segitu kan kecil,” ujarnya.

Nyoman Dhamantra pertama kali jadi anggota DPR setelah lolos padi pileg 2009 dari dapil (daerah pemilihan) Bali. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here