Presiden Trump Bicara Penembakan di AS Tewaskan 29 Orang: Perlu Dihentikan

by -

BERITABUANA.CO, JAKARTA– Presiden Donald Trump angkat bicara menyusul tewasnya 29 orang dalam dua insiden penembakan massal pada akhir pekan lalu.

29 orang tewas dalam serangan di El Paso, sebanyak 20 orang meninggal dunia, sementara sembilan orang tewas dalam penembakan di Dayton, Ohio.

Trump mengatakan “mungkin lebih banyak yang harus dilakukan” untuk menghentikan serangan seperti itu.

Tetapi para kritikus mengatakan Trump merupakan bagian dari masalah, karena retorikanya anti-imigran dan penolakannya terhadap upaya mengontrol kepemilikan senjata.

Seorang pria kulit putih berusia 21 tahun yang ditangkap atas insiden penembakan hari Sabtu di Texas diyakini telah mengunggah dokumen di dunia maya yang menyebut serangan itu sebagai respons terhadap “invasi Hispanik” di negara itu.

Motif pria bersenjata di Ohio, yang membunuh saudara perempuannya dan delapan orang lainnya pada Minggu sebelum ditembak mati oleh polisi, masih belum jelas.

Berbicara kepada wartawan, Trump mengatakan penembakan massal perlu dihentikan. “Ini telah berlangsung selama bertahun-tahun di negara kami dan kami harus menghentikannya,” katanya.

Dia kemudian menghubungkan kedua serangan itu dengan “masalah penyakit mental”, dengan menyebut bahwa orang-orang bersenjata itu “sangat, sangat sakit mental”. (BBC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *