Kapal Ses And Coast Guard Evakuasi 90 Penumpang dan ABK KM Ilham

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Sebanyak 90 orang penumpang dan Kru kapal KM. Ilham yang mengalami gangguan teknis mesin l berhasil dievakuasi oleh kapal Sea And Coast Guard KNP.370 milik Kantor KSOP Kelas II Kendari Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan di perairan Laonti, Sulawesi Tenggara.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Ahmad, Senin (5/8/2019) mengungkapkan, aksi penyelamatan dilakukan oleh KSOP Kendari, Basarnas Kendari dan Polair Kendari setelah mendapatkan informasi adanya kapal yang mengalami gangguan pada sistem penggerak sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayarannya.

“Kapal KM Ilham bertolak dari Laonti Kabupaten Konawe Kepulauan menuju Kendari tanggal 4 Agustus 2019. Ditengah pelayarannya, pukul 13.00 WITA pada titik Koordinat (DMM) 41 06.6128 LT dan (DMM) 122 41.4627 BS, kapal KM Ilham mengalami gangguan pada sistem penggerak sehingga kapal tidak bisa melanjutkan pelayarannya, dan terombang ambing ditengah laut,” tutur Ahmad.

Dikatakan, awal informasi didapat dari Stasiun Radio Pantai (SROP) Kendari dan Basarnas Kendari yang langsung meneruskannya ke KSOP Kelas II Kendari. “Tim reaksi cepat dari KSOP Kelas II Kendari langsung mengerahkan kapal Sea And Coast Guard KNP 370 untuk melakukan pertolongan untuk melakukan evakyasi prnumpang kru kapak KM Ilham,” ujar Ahmad.

Tidak begitu terlalu lama, lanjut Ahmad, kapal patroli KNP. 370 pada pukul 16.30 WITA berhasil menemukan KM. Ilham di perairan Laonti, dan mengevakuasi 73 orang, sedangkan15 orang lainnya l diangkut dengan kapal Polair yang langsung dibawa ke Kendari, dan 2 orang ABK masih di berada di kapal KM Ilham untuk menjaga kapal supaya tidak terlalu jauh dibawa arus gelombang laut.

“Kami jajaran KPLP mengapresiasi petugas SROP Kendari dan tim reaksi cepat KSOP Kendari khususnya petugas kapal KNP. 370 yang siaga, cekatan dan disiplin tinggi sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” tandasnya.

Ahmad menambahkan, Stasiun Radio Pantai (SROP) adalah stasiun darat dalam dinas bergerak pelayaran. Dalam penyelenggaraan telekomunikasi pelayaran, SROP beserta stasiun bumi pantai dan stasiun radio kapal melakukan beberapa kegiatan, yaitu jaga dengar marabahaya (Distress Alerting), komunikasi koordinasi pencairan dan pertolongan (Search and Rescue Coordinating Communication), penentuan lokasi musibah (Locating), penyebaran informasi keselamatan pelayaran (Promulgation at Maritime Safety Information), dan komunikasi radio umum (General Communication). (yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here