PPP Ogah Merengek Minta Jabatan Menteri

Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Biro Humas MPR RI menggelar diskusi Empat Pilar MPR dengan tema "MPR Rumah Kebangsaan" dengan menghadirkan pembicara Ketua Fraksi PPP MPR RI Arwani Thomafi dan Pakar Politik dan Direktur Eksekutif CSIS, Philips J Vermonte di Media Center, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta , Jumat (2/8/2019). Arwani Thomafi mengatakan Pimpinan MPR sebaiknya ditetapkan berdasarkan musyawarah mufakat seluruh fraksi-fraksi parpol lintas koalisi di DPR bersama perwakilan DPD. (Foto : Jimmy)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tahu diri dan  tidak mau merengek-rengek minta jabatan menteri ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sementara partai berlambang Kabah ini salah satu partai koalisi pendukung pasangan 01.

Hal itu ditegaskan Ketua DPP PPP,  Arwani Thomafi kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jumat (2/9/2019) menyikapi sikap diam PPP terkait jabatan menteri.

Ketua Fraksi PPP MPR PPP ini tidak mengomentari terlalu jauh terkait jabatan menteri, termasuk apakah nama kader sudah diserahkan ke Presiden Jokowi.

“Kalau soal itu yang bisa menjawab adalah Plt Ketum PPP,” kata Arwani.

PPP,  dia melanjutkan memiliki banyak kader yang potensial untuk menjadi pembantu presiden di Kabinet Indonesia Kerja (KIK). Namun menurut dia sangat tidak etis PPP menyodorkan nama kadernya kepada  Presiden  Jokowi.

“Apakah PPP tetap mengincar kursi menteri agama,” tanya wartawan. Menjawab pertanyaan itu,  Arwani mengatakan PPP menyerahkan sepenuhnya urusan itu  kepada Presiden Jokowi.

“Kita serahkan kepada Pak Jokowi untuk menggunakan hak prerogatifnya memilih para menteri.  PPP tidak mau mengintervensi,” katanya.

Arwani menegaskan kalau secara prinsip PPP tidak agresif memilih  jabatan menteri,  semisal jabatan menteri agama.

Dia menyebut di tahun 2014,  sikap yang sama juga dilakukan PPP.  Dan ternyata Presiden Jokowi menunjuk kader PPP untuk mengisi jabatan menteri agama.

“Prinsipnya PPP,  tidak ingin jabatan harus ini, harus itu.  Tahun 2014 jumlah kursi yang diraih pada Pemilu tidak banyak tapi  diberi menteri agama. Kita tidak merenegek rengek.  Tapi presiden sudah tahu,” demikian Arwani. (Hendri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here