Kereta Semi Cepat Jakarta – Surabaya 5,5 Jam Mulai Konstruksi 2021

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Direktur Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri mengatakan pembangunan proyek kereta semi cepat Jakarta – Surabaya dengan waktu tempuh 5,5 jam, saat ini sudah masuk tahap pre-Feasibility Study (Pre-FS) oleh pihak Jepang.

“Diharapkan proses itu bisa rampung pada akhir 2020 sehingga proses konstruksi bisa dimulai tahun berikutnya atau di 2021,” ungkap Dirjen Perkeretaapian, Zulfikri, di Kemenhub, Jumat (2/8/2019)

Dikatakan, saat ini sedang dilakukan pre-FS. Sudah keluar spesifikasinya, dan sepakat Jepang menggunakan kereta diesel elektrik motor unit. Rel 1076 nero gauge. Di beberapa tempat, sepanjang 56 km elevated, dengan slap on pile seperti di bandara Solo. “Kita akan perbaiki pelintasan sebidang disepanjang itu, sebanyak 1992 pelintasan sebidang,” tutur Zulfikri.

Sejatinya, papar Zulfikri, proyek pembangunan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya hanyalah proyek restrukturisasi jalur yang sudah ada, agar kapasitas dan kecepatan lintas kereta bisa lebih ditingkatkan. Namun demikian, dengan pertimbangan efisiensi maka pada akhirnya diputuskan untuk membangun jalur baru, dengan peningkatan standar keamanan, sehingga kecepatan kereta bisa ditingkatkan menjadi 160 km/jam dengan waktu tempuh 5,5 jam, dari yang saat ini maksimal hanya 90 km/jam, dengan waktu tempuh 9 – 10 jam perjalanan.

“Yang akan dibangun ini sebenarnya hanya merevitalisasi jalur double track yang sekarang kapasitasnya hanya 90 km/jam. Dalam perkembangannya ada hitungan efisiensi. Sementara dalam prosesnya operasional kereta gak boleh berhenti. Makanya harus buat dulu temporary track. Tapi kan sama saja bangun track baru juga. Makanya kita mau bangun jalur khusus Jakarta-Surabaya,” jelas Zulfikri.

Sebagai tahap awal, ungkapnya lagi, jalur yang akan dibangun adalah jalur Jakarta-Semarang. Kemudian untuk tahap berikutnya yaitu Semarang-Surabaya. “Investasinya belum sepakat. Kita tetap minta industri lokal INKA bisa masuk. Kemampuan kontraktor lokal kita dimaksimalkan, jdan uga lokal konten kita,” tuturnya.

Zulfikri menambahkan, bahwa proyek itu l saja dibatalkan jika hasil FS menemukan bahwa proyek itu tidak efisien dari sisi anggaran.

“Mei 2020 akan diputuskan lagi sama pemerintah, lanjut apa enggak. Harusnya pasti dibangun, tapi komitmennya seperti apa,” tandas Zulfikri, seraya menyebutkan proyek FS ini akhir 2020 diputuskan, Konstruksi 2021, dan delesainya 2-3 tahun kedepan. (yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here