Walikota Bertekad Jadikan RS SK Lerik Jadi Kebanggan Kota Kupang

BERITABUANA.CO, KUPANG — Sebagai rumah sakit pemerintah, RS SK Lerik harus bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kota Kupang, sehingga mereka akan datang untuk berobat dengan keyakinan penuh.

Demikian tekad Walikota Kupang, Jefirstson Riwu Kore dalam sambutannya saat peresmian gedung baru RS SK Lerik Kupang, Kamis (1/8/2019).

“Dari awal saya sudah bertekad, menjadikan rumah sakit ini menjadi kebanggaan kita semua, seperti kita bangga dengan jasa-jasa almarhum mantan Walikota Kupang, SK Lerik,” ujar Jefry sapaan Walikota Kupang.

Diakui Jefry, diusianya yang ke sembilan tahun pada 1 Agustus 2019 ini, pelayanan sudah luar biasa. “Saya pernah meminta kepada Direktur RS SK Lerik Kupang, dr. Marsiana Halek untuk mencoba membuat kreasi-kreasi yang baik di Kota Kupang sehingga menjadikan rumah sakit ini sebagai rumah sakit kebanggaan kita,” ujar Jefry.

Kalau RS SK Lerik sudah menjadi kebanggaan masyarakat, menurut Jefry, maka kita sakit akan datang berobat ke rumah sakit Pemerintah Kota Kupang ini.

“Masyarakat tidak datang berobat di rumah sakit lain lagi, tapi ke sini.Karena saat ini RS SK Lerik sudah menjadi rumah sakit terbaik, bukan saja di Kota Kupang tapi juga di Provinsi NTT,” aku Jefry.

Harapan Jefry ini sudah dijalankan dengan baik, sesuai amanah dan keinginan bersama, walaupun dalam beberapa hal masih intervensi hal-hal yang kecil, sehingga saat ini sudah bisa memiliki peralatan-peralatan canggih semua.

Sebelumnya Direktur RS SK Lerik, dr. Marsiana Halek mengatakan saat ini RS SK Lerik memiliki 20 Dokter Spesialis, 15 Dokter Umum, tiga Dokter Gigi, 106 Perawat dan 40 Bidan, dan secara keseluruhan pelayanan dilakukan oleh 343 Pegawai.

Dalam dua tahun terakhir ini, aku Marsiana Halek, telah dilakukan pembangunan secara besar-besaran, yang mana pada tahun 2017 mendirikan bangunan emergency tiga lantai, dan tahun 2018 mendapat dua unit gedung baru, yang peresmiannya tepat di hari ulang tahun ke sembilan ini oleh Walikota Kupang.

Dua gedung baru ini, kata Marsiana, untuk bangunan yang pertama terdapat tiga lantai, dimana lantai pertama sebagai Poliklinik Rawat Jalan, lantai kedua untuk kegiatan manajemen dan lantai ketiga adalah ruang operasi yang seluruh peralatannya berstandar internasional.

Sedangkan gedung yang kedua, tambah Marsiana, hanya memiliki dua lantai untuk Rawat Inap, dimana untuk Kelas III dengan jumlah 40 tempat tidur berada di lantai satu, dan untuk lantai duanya diperuntukkan kelas III dan Kelas II serta VIP dengan 20 tempat tidur.

“Ini semua loncatan besar bagi kami, yang menginginkan dan berkeyakinan bahwa kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,” kata Marsiana. (iir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here