Polisi Ciduk Pelaku Pornografi Anak Via Game Online

    0
    Dirditreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Iwan Kurniawan. (Foto: CS)

    BERITABUANA.Co, JAKARTA – Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkapan perkara terhadap
    dugaan Tindak pidana Pengancaman dan atau Pornografi Anak melalui media elektronik.

    Dirditreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Iwan Kurniawan mengatakan, korban diketahui berinisial RAP (9) masih duduk di bangku kelas 4 SD. Sedangkan, tersangka bernama Defan alias Pras (27).

    “Jadi keduanya berkenalan melalui salah satu game online. Kemudian, mereka melanjutkan percakapan melalui aplikasi chating,” kata Iwan di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/7/2019).

    Iwan menjelaskan, Pelaku sempat mengancam korban apabila tidak menuruti kemauannya maka video nya akan disebar di sosial media. Korban yang takut akhirnya menuruti kemauan tersangka untuk terus video call sex.

    “Awalnya dia merekam tanpa sepengetahuan korban. Setelah korban tahu direkam, tersangka meminta agar melakukan hal sama kalau tidak video pornografi korban disebar luaskan,” kata Iwan.

    Korban yang merasa terancam ini kemudian menceritakan kepada orangtuanya. Setelah itu, orangtua korban melaporkan kejadian pornografi ke Polisi.

    Dari hasil penyelidikan polisi menangkap tersangka di rumahnya kawasan Bekasi Kota, Jawa Barat pada (16/7/2019) lalu.

    “Tersangka tujuan bermain permainan pada aplikasi Game Online mencari target kenalan dengan rentang usia pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP),” ungkapnya.

    Iwan menambahkan, saat video call berlangsung, tersangka tidak bertatap muka dengan korban, tetapi Defan langsung perlihatkan kemaluannya kepada korban.

    “Tersangka menyuruh korbannya untuk membuka pakaian yang dikenakan lalu
    menyuruh korbannya untuk masturbasi atau memegang kelamin korban sendiri sampai menyuruh memasukan benda tumpul ke dalam alat kelamin korban,” jelas Iwan.

    Selain RAP, ternyata ada enam korban lainnya yang diancam serupa oleh tersangka. Empat diantaranya masih dalam penyelidikan yaitu K Bekasi, A Bekasi, K lokasi dalam Lidik, dan A lokasi dalam Lidik.

    “Untuk 2 anak sudah dapat dimintai keterangan yaitu : RAP 9 Tahun dan M (14) Tahun kelas 9 SMP. Dia juga tergabung dalam grup sex gitu ya,” katanya.

    Pelaku dikenakan Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 52 ayat (1) dan atau Pasal 29 Jo Pasal 45B Undang-Undang No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 76E Jo pasal 82 Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan Atas Undang-undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (CS)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here